Warga Trenggalek Temukan Arca Dewa Brahma

Trenggalek– Penemuan arca Dewa Brahma di Trenggalek mulai ditindaklanjuti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud). Dalam observasi di Desa Gondang, Kecamatan Tugu, justru ditemukan sejumlah stuktur batuan bata merah yang diduga merupakan situs peninggalan masa kerajaan. Batuan berukuran 25 cm tersebut berserakan di sekitar lokasi penemuan arca.

Selain yang berserak, tim Disparbud juga menemukan tumpukan batu bata yang masih tertata rapi, namun posisinya masih tertimbun tanah. “Kalau pengamatan awal kemungkinan ini situs besar juga, seperti kita lihat di sini ada struktur batu bata lama, yang kemungkinan ini adalah sebuah bangunan,apakah itu candi atau yang lain,” kata Kasi Pelestarian Sejarah Tradisi dan Cagar Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparibud) Trenggalek, Agus Prasmono, Senin (4/6/2018).

Menurutnya beberapa batu bata merah tersebut memiliki dimensi yang cukup besar, bahkan lebih besar dari batu bata yang ditemukan pada komplek Candi Brongkah di Kecamatan Pogalan. Dilihat dari jenis batu diperkirakan merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit.Baca juga:Remaja di Trenggalek TemukanArca Dewa BrahmaUntuk menjaga lokasi tersebut saat ini pihaknya memasang garis pembatas, warga maupun pemilih tanah diimbau tidak melakukan aktifitas penggalian maupun perusakan di lokasi penemuan.

Agus menjelaskan, pihaknya akan segera melaporkan temuan tersebut ke Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.”Apakah ini nanti akan dilakukan proses penggalian oleh Balai Arkeologi harus dilakukan penelitian terlebih dahulu. Kalaumemang dari proses itu memang memungkinkan maka akan dibuka (gali),” jelasnya.Kasi

Pelestarian Sejarah ini menambahkan, dengan penelitian lanjutandiharapkan keberadaan situs dan sejarahnya bisa diungkap. Bahkan tidak menutup kemungkinan ini menjadi petunjuk baru dalam sejarah Trenggalek. Mengingat lokasi penemuan berada di sisi barat Trenggalek, sedangkan selama ini temuan benda-benda sejarah hanya ditemukan di sisi timur Trenggalek. (Karyanto)

Tinggalkan Balasan