Tinjau Korban Gempa Blitar , Gubernur Jawa Timur Serahkan Bantuan ,Minta Pemda Percepat Pendataan Keruskan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa Dan Bupati Blitar Rini Syarifah Tinjau Rumah Werga Terdampak Gempa Dan Serahkan Bantuan Sembako (22/05/2021)

Blitar,JTV Mataraman : Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau rumah warga yang rusak  di Kabupaten Blitar akibat  gempa magnitudo 5,9  yang terjadi pada Jumat (21/05) 19.09 WIB.

Pantauan JTV Mataraman, Gubernur Khofifah tiba di Kabupaten Blitar ,Sabtu (22/05) sekitar pukul 10.25 WIB. Gubernur Khofifah didampangi Bupati Blitar Rini Syarifah, Fokopimda Kabupaten Blitar, Kepala Bakorwil Malang, dan Pelaksana Tugas Kalaksa BPBD Provinsi Jatim

Gubernur Khofifah meninjau langsung  sejumlah lokasi terdampak Dusun Buneng, Desa Boro, Kecamatan Selorejo di rumah milik Tukinem. Kondisi kerusakan rumah tersebut cukup parah.

Setelah dari Desa Boro , Khofifah  berkunjung ke rumah Muhammad Jazuli, seorang pedagang tempe, di Desa Jabung, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar dan Khofifah melihat langsung kerusakan pabrik pengolahan tempe milik Jazuli.

Dalam kunjungannya itu ,  Khofifah juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada korban terdampak gempa. Bantuan itu berupa sembako, masker , lauk pauk dan terpal.

Khofifah meminta kepada pemerintah daerah agar cepat menyelesaikan pendataan kerusakan akibat gempa dan berharap sesegera mungkin dilakukan perbaikan.

“ Untuk perbaikan rumah rusak berat, rusak sedang dan ringan segera  dilaporkan ke BNPB. Untuk titik tik tertentu bisa di tangani BPBD Kabupaten bersama BPBD Propinsi Jatim.” Ungkap Khofifah kepada awak media.

Dirinya menambahkan, perbaikan segera dialakukan terutama untuk rumah warga yang kondisi mengkhawatirkan. ” Seperti rumah Tukinem, kondisinya rusak cukup parah bisa dilakukan perbaikan penuh, menggunakan semen, pembangunan MCK, dan sebagainya,” jelasnya.

Rumah Warga Rusak Berat Akibat Gempa Bumi Magnitudo 5,9 Mengguncang Wilayah Tenggara Kabupaten Blitar, Jum’at (21/05/2021) Malam.


Sementara itu, Bupati Blitar Rini Syarifah mengatakan Pemkab Blitar masih melakukan pendataan dan menginventarisasi kerusakan akibat gempa bumi tersebut. “ Kita percepat inventarisasi dan saya minta kepada Kepala Desa, Lurah dan Camat segera menyelesaikan update data kerusakan  bangunan akibat gempa bumi. Ini dilakukan guna membantu warga masyarakat yang terkena musibah.” Kata Rini Syarifah.

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar  mencatat sebanyak 113 bangunan rusak, tersebar di sejumlah wilayah Kecamatan di Kabupaten Blitar. Kecamatan Kesamben 15 bangunan rusak ringan dan 3 rusak sedang, Kecamatan Binangun 10 Bangunan rusak ringan, Kecamatan Wates 10 bangunan rusak ringan dan 1 bangunan rusak sedang, Kecamatan Doko 4 bangunan rusak ringan, Kecamatan Gandusari 5 bangunan rusak ringan. Kecamatan Garum 3 bangunan rusak ringan, Kecamatan Talun 5 bangunan rusak ringan, Kecamtan Kanigoro 1 bangunan rusak ringan.

Kerusakan dilaporkan juga terjadi di beberapa kecamatan lain. Di  Panggungrejo 28 bangunan rusak ringan, Kecamatan Selopuro 5 bangunan rusak ringan, Kecamatan Selorejo 1 bangunan rusak ringan,Kecamatan Srengat 1 bangunan rusak ringan dan 1 bangunan rusak berat, Kecamatan Wlingi 4 bangunan rusak, Kecamatan Wonodadi 1 bangunan rusak ringan dan Kecamatan Wonotirto 6 bangunan rusak ringan. Kecamatan Bakung 8  bangunan rusak ringan.

Gempa bumi berkekuatan magnitude 5,9 mengguncang wilayah Tenggara Kabupaten Blitar terjadi pada jum’at (21/05) sekitar pukul 19.09 WIB. Menurut informasi BMKG episentrum gempa berasa di 8,63 Lintang Selatan ,112,34 Bujur Timur ,sejauh 57 kilometer Tenggara Kabupaten Blitar dengan kedalaman 110 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.(af)

Tinggalkan Balasan