Tangkapan Ikan Berkurang, Akibat Kedatangan Nelayan Dari Luar Tulungagung

BERTAHAN: Tampak beberapa nelayan di Tulungagung sedang menepikan perahu, setelah mencari ikan di laut.

Tulungagung, JTVMataraman.com : Akhir-akhir ini nelayan di Tulungagung merasa resah dengan kedatangan nelayan dari luar daerah. Hal itu menyebabkan ruang gerak nelayan lokal cukup terganggu serta mengakibatkan berkurangnya tangkapan ikan.

“Memang ada sedikit keresahan nelayan popoh akibat banyak nelayan dari luar mencari ikan di Tulungagung. Tentu hal ini berdampak pada nelayan,” ujar salah satu nelayan popoh, Bedung.

Pria berambut ikal itu tidak bisa mengukur berapa tepatnya penurunan tangkapan ikan, namun menurutnya tangkapan ikan saat ini cenderung berkurang, semenjak kedatangan nelayan dari luar Tulungagung.

“Ya, karena nelayan lokal harus berebut tangkapan ikan dengan nelayan dari luar daerah,” jelasnya.

Dengan kejadian tersebut pihaknya memilih untuk mendiamkanya. Pasalnya, dia juga menyadari bahwa dengan adanya pandemi Covid-19 ini, banyak orang yang kesulitan mencari uang.

“Kami juga paham mereka sedang mencari rezeki, apalagi kondisi pandemi Covid-19 yang memberikan dampak besar terhadap ekonomi,” tuturnya.

Bedung juga menyayangkan bahwa nelayan dari luar daerah Tulungagung tidak hanya menangkap ikan. Tetepi nelayan dari luar daerah tersebut juga menanangkap benur, disaat pemerintah tengah melarang penangkapan benur.

“Saya pernah menangkap benur, namun saya ditegur oleg aparat. Dan sejak itu saya tidak menangkap lagi. Nah ini nelayan dari luar malah seenaknya mengambil benur,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Tulungagung, Lugu Tri Handoko mengungkapkan, penangkapan ikan diperairan Tulungagung yang dilakukan oleh nelayan dari luar daerah itu diperbolehkan. Sepanjang garis pantai yang dijadikan melaut dan berada di kawasan Indonesia.

“Ya jadi memang ada banyak nelayan dari Banyuwangi dan wilayah lainya mencari ikan sampai perairan Tulungagung,” ungkapnya.

Kendati demikian, agar nelayan dapat melaut hingga perairan di luar daerah diperlukan surat PASS Kapal selayaknya SIM kendaraan. Dengan memiliki PASS Kapal, nelayan diperbolehkan melaut hingga luar daerah.

“Kalau di Tulungagung yang sudah memiliki PASS Kapal itu sekitar 350 nelayan dengan kapal ukuran 7 GT ke bawah,” pungkas pria berkumis itu. (ham)