Tangkap 15 Oknum Perguruan Silat Pelaku Pengeroyokan di Tulungagung, Diduga Berhubungan Kasus Pengeroyokan Sebelumnya

MIRIS: Belasan pelaku pengeroyokan dihadirkan dalam pers rilis Polres Tulungagung, (7/12).

Tulungagung, Jtvmataraman.com: Belasan pemuda diamankan Polres Tulungagung, akibat melakukan tindak pidana pengeroyokan. Disinyalir pengeroyokan tersebut merupakan rentetan dari kasus pengeroyokan yang terjadi pada Oktober lalu, yang melibatkan oknum antar perguruan pencak silat.

Kapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto mengatakan, kasus pengeroyokan yang telah dilaporkan terjadi sejak 30 Oktober hingga 14 November 2021. Tercatat dalam kurun waktu tersebut ada empat laporan kasus pengeroyokan.

“Laporan kasus pengeroyokan terjadi di Desa/Kecamatan Tanggunggunung (30/10), di Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu (2/11), di Desa Suruhan Kidul, Kecamatan Bandung (3/11) dan di Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung (14/11). Dari laporan yang masuk, kami sudah berhasilkan mengamankan pelakunya,” tuturnya.

Handono menjelaskan, dari empat laporan yang masuk, pihaknya telah mengamankan 15 tersangka. Lima diantaranya masih dibawah umur. Pelaku yang berhasil diamankan Polsek Bandung diantaranya adalah RB (31), AA (19), DM (19), MH (17), dan RH (16). Sedangkan Polres Tulungagung telah mengamankan AT (20), BB (20), SR (20), RD (17), AP (16), SA (16), MY (18), MA (18) dan RR (19).

“Terjadinya pengeroyokan rata-rata dilakukan pada malam hari,” jelasnya.

Dari kejadian tersebut, ada beberapa barang bukti yang diamankan. Diantaranya adalah delapan buah batu, kaos tiga buah, jaket dua buah, celana jeans dua buah, sepeda motor dua unit, helm dua buah dan bendera satu buah.

Disinggung apakah kasus pengeroyokan bersangkutan dengan kasus sebelumnya, Handono mengungkapkan, ada dugaan keterkaitan dengan kasus pengeroyokan pada Oktober 2021 lalu.

“Juga bisa tidak berkaitan, karena antar tersangka tidak saling kenal,” ungkapnya.

Atas perbuatan yang dilakukan, belasan pemuda tersebut dijerat dengan pasal 170 KUHP, dengan ancaman 5 tahun 6 bulan penjara.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Christian Kosasih menambahkan, ada lima orang yang berstatus daftar pencarian orang (DPO) diluar 15 tersangka yang telah diamankan dalam kasus pengeroyokan tersebut.

Dari pengakuan tersangka, sebelum melakukan aksinya mereka menenggak minuman keras. Selain itu untuk sasaran, tersangka memfokuskan pada orang yang menggunakan atribut pencak silat.

“Jadi apabila ada yang lewat menggunakan atribut pencak silat, mereka langsung mengeroyoknya,” terangnya.

Kosasih mengatakan, untuk pelaku yang masih di bawah umur akan dilakukan proses diversi. Artinya tidak akan dilakukan penahanan, melainkan mereka diwajibkan untuk melakukan absen ke pihak kepolisian. (ham)