Sukses Bisnis Sambel Pecel, Hj. Nanik Dulang Puluhan Juta

Blitar – Pernahkah anda mendengar sambel pecel? Olahan bumbu yang berasal dari kacang. S ambel pecel selalu memiliki cita rasa yang khas sepertinya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Bumbu makanan yang terbuat dari kacang tanah, gula merah, cabai, garam dan jeruk nipis ini sangat cocok sekali sebagai pelengkap makanan yang menggunakan sayur sayuran seperti nasi pecel, gado – gado dan ketroprak.
Di Kabupaten Blitar anda bisa temukan produk olahan bumbu sambel pecel ini yakni di jl. Tanjung Barat ,Sanan Kulon No.7 kabupaten Blitar memproduksi sambel pecel sebagai oleh-oleh yang di produksi Hj. Nanik Winarni pemilik Toko Berkah Lestari.

Sambel pecel dengan merk Berkah lestari tersebut merupakan hasil olahan industri rumahan Hj. Nanik Winarni yang sebelumnya hanya jualan sembako di depan rumahnya. Berawal di tahun 2005 dari permintaan sang anak yang tinggal di Malang untuk dibuatkan sambel pecel, akhirnya permintaan merambah ke beberapa teman sang anak hingga saat ini sudah berkembang sangat pesat hingga keluar Jawa.

Sebelum sambel pecelnya terkenal, Nanik sempat di tolak saat menitipkan sambelnya ke beberapa toko bahkan sampai berjualan di area makam bung Karno. Namun karena ke uletannya dan berusaha mencari pembinaan. Kini usahanya sudah memiliki sertifikat dari Badan POM RI sebagai Bintang Keamanan Pangan di Surabaya tahun 2015.

Jika mampir ke toko miliknya, kita akan menjumpai beberapa oleh-oleh khas Blitar. Salah satunya sambel pecel tersebut. Saat ini bisnis pemasarannya sampai ke Jakarta, Bandung, Sulawesi, Sumatera, Malang, Surabaya, dan Purwokerto. Kebanyakan mereka membeli untuk oleh-oleh dan ada juga yang menjualnya kembali.

Tidak usaha khawatir soal ke halalannya karena Sambel Pecel Berkah Lestari ini juga berlebel Halal dari MUI. Bahkan memiliki nutrisi yang cukup serta kacangnya di oven tanpa kulit ari tanpa minyak sehingga rendah kolestrol. Sehingga mampu bertahan 4 sampai 5 bulan.

“Bahan bumbu yang saya gunakan disini berasal dari bahan-bahan pilihan alami. Yang tidak suka pedas disini juga ada tingkatan rasa pedas yakni tidak pedas, sedang, pedas, dan ekstra pedas bahkan saya juga menjual untuk bumbu gado-gado, jenang dan madu mongso.” Kata Hj. Nanik Winarni saat di wawancarai di kediamannya.

Sambel pecel paling laris saat hari besar seperti hari raya idul fitri dan tahun baru. Dalam satu bulan bisa menghabiskan sambel pecel hingga 1 ton dan harga yang di jual juga bervariasi dan tidak menguras kantong. Untuk ukuran 5×50 gram di jual dengan harga 15 ribu, 5×150 gram 40 ribu, 4×100 gram 20 ribu, 5×200 gram 50 ribu dan 2×250 gram 25 ribu serta 40 ribu untuk bumbu gado-gado ukuran 5×150 gram.
Saat ini Nanik sedikitnya memiliki 5 karyawan dan dibantu pemasaran oleh anak-anaknya yang ada di Purwokerto, Malang dan Surabaya. Event yang baru diikutinya yakni di Hotel Grand City Surabaya kemarin tanggal (12/10/2018).

Ia berterima kasih kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Blitar yang sudah membinanya melalui pelatihan-pelatihan yang meliputi pemilihan bahan baku, pelatihan produksi, packaging dan pemasaran. “Saya berharap usaha ini bisa berkembang pesat dengan omzet pendapatan bertambah besar selain bisa menambah pekerja turut mengatasi angka pengangguran.” Tuturnya (Ervin)

Tinggalkan Balasan