Sambut Hut RI Ke – 73, PPKBP3A Blitar Melaksanakan KB MOW Gratis

Blitar– Dinas PPKBP3A Blitar melaksanakan bakti sosial pelayanan KB MOW (Metode Operasi Wanita) gratis dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerdekaan RI ke-73 serta dalam rangka bakti sosial bersama TNI wilayah Kodim 0808 Blitar di Rumah Sakit Medika Utama, minggu (26/8/2018). Pelayanan ini rutin dilaksanakan satu tahun dua sampai empat kali dimana dinas PPKBP3A bekerjasama dengan RS Medika Utama. Kerjasama ini sudah berlangsung selama hampir tiga tahun dan kali ini bersamaan dengan baksos PPKB kota.

Yukanit Setiani, S.E.,MM selaku Kabid Keluarga Berencana Dinas PPKB P3A Kabupaten Blitar menyampaikan MOW (Metode Operasi Wanita) dalam istilah umum di masyarakat adalah stiril. Operasi yang dilaksanakn agar peseta KB wanita benar-benar terlindungi. Sehingga Mereka biasanya yang sudah tidak ingin memiliki anak lagi maupun yang masih menginginkan anak akan diberikan KIE untuk mengikut MKIJ IUD ataupun implan. Tujuan dari kegiatan ini terutama bisa membantu masyarkat yang ingin operasi tapi tidak bisa karena biaya tersebut.

“Yang tidak ingin anak lagi kita sarankan untuk ikut MOW Mantap wanita atau MOW. Jika istrinya ada keluhan darah tinggi, diabet, farises atau lemah jantung kita sarankan untuk bapaknya yang ikut aktif mengikuti metode kontrasepsi pria, bisa kondom atau MOP (Metode Operasi Pria).” ungkapnya.

Apabila akseptor ingin memiliki anak lagi bisa dibuka lagi kainnya, hal ini tidak mengakibatkan kerusakan permanen karena jika terjadi kerusakan permanen tidak diperbolehkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) , sehingga MOW ini tidak rusak permanen.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ajeng Lukito Wati, S.SP., MM merupakan Kabid KB dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Provinsi Jawa Timur serta diikuti 130 peseta MOW yang terdiri dari kabupaten sebanyak 82 dan sisanya dari kota. Peserta merupakan pilihan yang sudah mantap tidak ingin memiliki anak lagi berdasarkan usia dan persetujuan keluarga.
Kegiatan yang dibuka mulai pukul 08.00 pagi ini telah melibatkan tim medis dari Rumah Sakit Angakatan Udara Madiun, tim medis Surabaya serta dari tim Rumah sakit Medika Utama sendiri. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga melibatkan tim TNI sebagai mitra kerja saat proses berlangsungnya kegiatan. Diketahui dari wawancara Ajeng lukito wati, S.SP., M. Provinsi dengan APBD daerah membantu kabupaten dan kota untuk memfasilitasi dalam pembiayaan sehingga bersama-sama untuk melaksakan kegiatan yang yang sudah ditunggu oleh masyarakat yang ikut KB MOW.

Dari pantauan wartawan JTVmataraman.com, peserta yang menjalankan operasi sebelumnya berpuasa dari rumah, lalu tim medis melakukan pemeriksaan fisik untuk tensi dan denyut nadi. Jika pemeriksaan tersebut normal boleh melanjutkan ke tahap selanjutnya, apabila yang tidak normal diberikan obat untuk menurunkan tensi. Jika tensi tetap tidak turun terpaksa peserta tidak boleh diikutkan lagi, namun bisa mengikuti pada periode selanjutnya.

Mengenai resiko operasi MOW ini Dr. Reni Fatma Kepala Devisi Pelayanan dan Penunjangan Medis Rumah Sakit Medika Utama menyampaikan jika resiko tetap ada, tapi sangat jarang sekal terjadi. Biasanya resiko terjadi pendarahan. Pihak tim medis tetap melakukan observasi dari empat kali pelaksanaan yang sudah dilaksankan di rumah sakit Medika Utama.
“Alhamdulilah tidak ada efek samping pendarahannya, tapi memang untuk MOW ini tetap ada kemungkinan terjadi pendarahan. Kalau dari tim dan rumah sakit medika utama sudah memepersiapkan kalau memang terjadi masalah setelah ini, peserta disarankan untuk langsung menuju Rumah Sakit Medika Utama untuk dilaksanakan terapi-tepai selanjutnya untuk mengatasi komplilkasinya. ” Terangnya.

Dinas PPKBP3A dalam kegiatan ini hanya membuka pelayanan MOW. Namun, hari-hari biasanya untuk setiap bulannya membuka safari KB untuk pelayanan pemasangan KB implan dan KB IUD yang diikuti oleh seluruh kecamatan yang berdekatan dengan rumah sakit Medika Utama.
“Dari tahun ke tahun semakin meningkat, untuk tahun 2018 ini dari target kabupaten Blitar sejumlah 516, kita sudah mencapai 75% lebih InsyaAllah di bulan Oktober kita melaksanakn lagi tertutup target kita melebih dari target yang di tetapkan oleh BKBN Jawa Timur. Kami berharap bagi masyarakat yang belum ikut KB, hari ini kita sukseskan program KB dengan kita harapkan bahwa masyarakat kita menganut norma keluarga kecil bahagia sejahtera dengan mempunyai dua anak aja. Dua anak cukup.” Kata Yukanit Setiani, S.E.,MM selaku Kabid Keluarga Berencana Dinas PPKB P3A Kab Blitar. (Ervin)

Tinggalkan Balasan