Presiden Jokowi Nilai Pembangunan Proyek Insfraktruktur Lamban

Presiden Joko Widodo menilai proyek insfraktruktur di Indonesia lamban dibanding negara negara tetangga.

Madiun – Presiden Joko Widodo menilai proyek insfraktruktur di Indonesia lamban,  dibanding Negara tetangga yang sebelumnya belajar dari Indonesia, termasuk China.  Disela sela smabutannya saat meresmikan TOL Ngawi Kertosono di Gerbang TOL Madiun, Jokowi mengungkapkan keprihtainnya atas lambannya pembangunan insfraktruktur di Indonesia.

“Saat pembangunan TOL Jagorawi tahun 1977, negara – negara tetangga melihat proses pembangunannya, namun saat ini mereka seperti Negara Malaysia, Vietnam, Filipina dan China justru lebih meningkatkan akses insfraktruktur jalan TOL melebihi Indonesia”. Jelasnya.

Ketertinggalan ini  harus segera dikejar dengan berbagai pembangunan infrastruktur, bukan hanya jalan TOL, Jokowi ingin  infrastruktur lain juga perlu dibangun seperti pembangkit listrik, Bandara, hingga pelabuhan yang juga akan disambungkan dengan jalan TOL untuk mempercepat pertumbuhan perekonomian di Indonesia.

Joko Widodo menargetkan hingga akhir tahun 2018 seluruh proyek TOL selesai dikerjakan,  dengan demikian tahun 2019, semua proyek jalan bebas hambatan bisa terintegrasi seperti ruas TOL Merak-Pasuruan,  Merak-Banyuwangi dan sebagainya. (Tova Pradana)