Polisi Koordinasi Tokoh Masyarakat, Agama Terkait Label Dikertas Huruf Arab

Blitar – Pasca ramainya pemberitaan resi pengiriman salah-satu biro jasa pengiriman barang dicetak di kertas bertuliskan ayat-ayat Al Quran, MUI dan para tokoh ulama Kota Blitar langsung berkoordinasi dengan Polres Blitar Kota. Rapat koordinasi, dilakukan di ruang Kasatreskrim Polres Blitar Kota.
Usai berkoordinasi, para tokoh ulama menyatakan, jika resi pengiriman yang dicetak oleh biro jasa pengiriman barang Elteha, tidak dicetak di lembaran atau mushaf Al Quran. Melainkan dicetak di kertas yang bertuliskan huruf arab.

Subakir Ketua MUI Kota Blitar menyatakan, perbuatan tersebut akibat kelalaian dari biro jasa Elteha. Pihak MUI juga meminta kepada biro jasa Elteha, agar meminta maaf secara tertulis. Sementara, terkait proses hukum, para tokoh ulama menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib.

Sementara penanggung-jawab PT Elteha, Umariyanto mengaku, jika yang dicetak di kertas bertuliskan huruf arab bukan resi pengiriman, namun hanya alamat penerima.

Kasus ini berawal dari “anak-buahnya” berniat menghafap surah Yasin. Kemudian mencetak, surah Yasin itu di kertas. Namun saat diprint, ternyata keluar dua halaman. Karena yang diubutuhkan hanya satu kertas, maka kertas satunya yang sudah tercetak surah Yasin itu, ditaruh bersama kertas-kertas lainnya. Pada suatus saat, salah-satu karyawan lain berniat mencetak alamat pengiriman, lalu mengambil kertas bekas untuk diprint sisi kertas yang dianggap kosong. “Si karyawan tidak mengetahui, bahwa dibalik kertas yang di print itu terdapat hurub arab,” kata Umariyanto,

Seperti diberikan sebelumnya, kasus ini sempat menjadi viral video. Resi pengiriman dari PT Elteha, dicetak di kertas bertuliskan ayat-ayat Al Quran. Setidaknya ada 4 resi dikirim ke salah-satu toko di Sumenep-Madura. (Moch. Asrofi)