PMII Minta Tempat Hiburan Penyedia Striptis di Kota Blitar Ditutup

Blitar – Aksi kericuhan terjadi saat puluhan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Blitar Kota, meminta penutupan karaoke yang menyediakan tarian striptis. polisi dan mahasiswa terlibat aksi saling dorong dan pukul, saat permintaanya bertemu kapolres tidak dikabulkan.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Blitar, Selasa pagi.

Dengan membawa poster, puluhan siswa menyampaikan aspirasinya meminta pihak kepolisian dan pemerintah menutup cafe dan karaoke maxi brilian, yang 2 minggu yang lalu digrebek Polda Jatim, karena diduga menyediakan tarian striptis.

Aksi yang sebelumnya berlangsung damai mulai memanas, saat mahasiswa meminta masuk ke Mapolres Blitar Kota untuk bertemu Kapolres, namun mendapat hadangan dari petugas.

Aksi saling dorong terjadi di pintu gerbang Mapolres Blitar Kota, aksi berlanjut saling dorong dan pukul antara petugas dan mahasiswa. Usai salah satu mahasiswa diamankan , aksi unjuk rasa dilanjutkan di Pemkot Blitar.

Mahasiswa juga menggelar aksi teatrikal, dengan menceritakan banyaknya kekerasan terhadap perempuan dan maraknya penyebaran penyakit HIV Aids di Blitar, karena banyaknya cafe dan karaoke dengan menyediakan pemandu lagu perempuan.

Tinggalkan Balasan