Plh Bupati Tulungagung Indra Fauzi Dipanggil KPK

Tulungagung – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Sekretaris Daerah (Sekda) Tulungagung Indra Fauzi dalam penyidikan kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan Kota Blitar.

Pelaksana Tugas Harian (Plh) Bupati Tulungagung ini dijadwalkan diperiksa untuk tersangsa Agung Prayitno. “Sekretaris Daerah (Sekda) Tulungagung Indra Fauzi dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AP,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (8/8/2018).

Dia menambahkan, dalam penyidikan kasus ini KPK juga memanggil Direktur Utama PT Surya Unggul Nusa Cons Kukuh Santiko Wijaya. Namun, kata Febri, Kukuh diperiksa untuk tersangka yang juga Wali Kota Blitar non aktif Muh Samanhudi Anwar. Febri tidak menjelaskan, kaitan yang bersangkutan dalam kasus ini. “Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi,” katanya.

Sebelumnya, dalam penyidikan kasus ini KPK juga telah melakukan penggeledahan di rumah Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Tulungagung dan rumah Staf Unit Layanan Pengadaan Kabupaten Tulungagung.

KPK juga menggeledah Rumah Sutrisno (Kadis PUPR Kabupaten Tulungagung), Rumah Agung Prayitno (Tim Sukses Syahri Mulyo), Rumah Sukarji (Kabid PUPR Kabupaten Tulungagung), Rumah Syamrotul Fuad (Kepala ULP Kabupaten Tulungagung), dan Rumah Wahyudiana (Kasi Perencanaan Jalan Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung). Dari lima lokasi tersebut, KPK menyita perangkat elektronik, dokumen kontrak, dokumen catatan keuangan.

Seperti diketahui, kasus ini bermula dari serangkaian operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di Kota Blitar dan Kabupaten Tulungagung. Kemudian KPK menetapkan beberapa orang termasuk Bupati Tulungagung Syahri Mulyo dan Wali Kota Blitar Muh Samanhudi Anwar.