Pia Putri Yang Super Enak Jajanan oleh-oleh khas Blitar

Blitar – Jika mendengar kata Bakpia pasti yang terbayang adalah rasa kuenya yang enak berisi kacang hijau yang lembut dan bentuknya yang bulat. Biasanya Pia menjadi khas oleh-oleh di beberapa daerah termasuk Blitar. Di desa Sumber kecamatan Sanan Kulon, Blitar bakpia yang dinamakan Pia Putri ini menjadi andalan khas Blitar, meskipun baru berdiri dua tahun Pia Putri melalui tangan seorang ibu rumah tangga Leni Diana Putri, kini Pia Putri sudah merajah hingga ke luar negeri yakni Hongkong.

Berawal dari tahun 2011 lalu melalui ketekunannya membuat kue kering bersama suaminya, kini Leni beralih ke Pia, hal ini karena semakin banyak yang membuat dan menjual kue kering. Melalui keahliannya secara otodidak, belajar dan terus mencoba kini dia sudah memiliki 6 karyawan yang membantu pesanan dari berbagai penjuru daerah.
“Dari cara-cara membuat bakpia melalui kursus , tapi sebagian besar otodidak, browsing di internet. Saya coba resep beberapa kali, saya ulangi sampai menemukan tekstur yang pas bahkan bisa diterima dengan harga murah. Usaha bakpia rumahan dengan konsep bakpia murah tapi dengan kualitas yang baik. Alhamdulillah mulai dari anak-anak, orang dewasa bahkan orang tua semuanya suka ” Kata Lina, sabtu (22/9/2018).

Media sosial saat ini berperan sangat efektif dalam pemasaran sebuah produk, begitu juga dengan Leni yang memanfaatkan media sosial sebagai media yang praktis untuk penjualannya. Media sosial seperti facebook, Instagram dan bahkan whatsapp membuat produksinya terkenal di beberapa daerah. Tidak heran jika pesananan lewat online sampai beberapa kecamatan di Blitar, Kediri, Tulungagung, Bandung, Kalimantan dan bahkan setiap hari kamis mengirim sampai Hongkong.
“Setiap hari kamis berangkat di Hongkong . Mungkin disana yang beli TKI-TKI, jadi kalau hari kamis itu kan dari sini ada paketan bawanya macam-macam. Camilan dari kita bakpia, kue lapis kue kukus . Nanti disana ada yang nampung , membawa 30 kotak sampai 50 kotak , tergantung reseller, setiap reseler rata-rata membawa 30 sampai 50 kotak dari hari kamis sampainya hari minggu, jadi masih bisa di makan.” Ungkapnya .

Leni menyampaikan jika Pia Putrinya hanya bisa bertahan selama enam hari, sehingga untuk pengiriman ke luar kota seperti Bandung, Jakarta dan Kalimantan membuatnya khawatir. Hal ini tidak lain karena batas kadaluwarsanya, sebagai jalan keluar jika ada pesanan dari luar kota Leni mengirimnya lewat kereta api.
Dengan teksturnya yang lembut, Pia bikinan Leni ini juga memiliki varian rasa seperti Keju dan Coklat, bahkan coklatnya asli lagsung dari kampung coklat yang ada di Blitar. Mengenai rasa kacang hijau satu kotak berisi 10 biji di bandrol dengan harga 10 ribu, sedangkan rasa keju dan coklat 12,5 ribu. Pembeli juga bisa membeli satuan biji bakpia Putri dengan harga 900 rupiah. Selain harganya yang murah dan rasanya yang mantap, Pia Putri dalam satu hari bisa menghabiskan 300 sampai 350 kotak , jika ada pesanan hajatan sampai 600 sehingga sampai kerja lembur .

“Jadi yang ramai ini acara nikahan, lahiran, kemarin ini souvenir haji pakai pia isi enam lalu atasnya di kasih kurma. Kebanyakan suka rasa kacang hijau. Pengennya saya buat kelas atasnya dengan varian rasa misalkan bakpia green tea, bakpia strawberry. Tapi sementara karena peralatan masih terbatas , semi semi manual , tenaga terbatas , keinginannya ya di pendam dulu, sekarang masih terbentur orderan-orderan, orang-orang masih menyesuaikan , kadang kalau sampai kekuarangan tenaga kerja karena banyak orderan tetangga membantu .” tambahnya .

Harapannya untuk produknya menjadi naik kelas, tidak hanya membuat bakpia yang biasa. Namun, membuat bakpia khas Blitar yang lebih enak dari ini. Leni juga mengucapkan teriam kasih kepada Disperindag kabupaten blitar sejauh ini sudah memberikan bimbingan , pelatihan sampai tawaran revisi desain. “ Kalau ada pelatihan atau pameran juga saya di ikut sertakan , perizinan saya juga di kasih fasilitas gratis, dari label halal dan hak merek.” Ucap Leni Diana Putri pemilik Pia Putri. (ervin)

Tinggalkan Balasan