Peternak Ayam di Blitar Keluhkan Mahalnya Pakan, Sementara Harga Daging Ayam Anjlok

Blitar – Hampir dua bulan terakhir, harga ayam potong di Kabupaten Blitar terus merosot. Akibatnya, sejumlah peternak mengalami kerugian, karena harga jual daging ayam tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan. Kondisi tersebut diperberat dengan naiknya harga pakan.

Pasca lebaran atau dua bulan terakhir, harga daging ayam boiler atau ayam potong di Kabupaten Blitar, terus merosot. Dari harga Rp 25 ribu per kilogram, kini hanya Rp 15 ribu per kilogram. Akibatnya, sejumlah peternak mengalami kerugian karena harga daging ayam tak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan.

Kondisi tersebut diperparah dengan naiknya harga pakan. Dari harga Rp 394 ribu per sak, berisi 50 kilogram pakan, kini naik menjadi Rp 404 ribu. Selain itu, cuaca yang tidak menentu membuat kondisi ayam mudah terserang penyakit.

Surya Irawan, salah satu peternak asal Dusun Donomulyo, Desa Slumbung, Kecamatan Gandusari mengakui, adanya penurunan harga ayam tersebut. “Pemerintah seharusnya segera turun tangan agar harga ayam kembali normal,” ujar Surya Irawan.

Surya menambahkan, jika kondisi tersebut tidak segera teratasi tidak menutup kemungkinan kerugian yang ditanggung peternak semakin tinggi. Bahkan peternak bisa mendekat gulung tikar. (Moch Asrofi)

Tinggalkan Balasan