Petani Bawang Di Kediri Merugi Akibat Tanaman “Diserbu” Ulat

Sejumlah Petani Di Desa Paron, Ngasem. Kab. Kediri, Panen Bawang Merah

Kediri, JTVMataraman.com : Petani bawang merah di Kabupaten Kediri menjerit akibat lahan mereka terserang hama ulat gerayak. selain hasil panen petani turun hingga 70 Persen harga bawang merah juga turun drastis sehingga merugi belasan juta rupiah.

Musim panen raya bawang merah kali ini tidak menguntungkan bagi petani di Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Hal ini disebabkan serangan ulat gerayak yang menyerang sekitar 3,5 Hektar di Desa Paron.

Hama Ulat Mengakibatkan Hasil Panen Turun

Serangan hama ini terjadi sejak sebulan terkahir yang menyerang hampir 90 Persen tanaman mereka. Akibat serangan ini hasil panen petani turum hingga 70 Persen dibanding saat normal.

Syaumal Abidin petani Desa Paron mengaku saat ini di lahannya seluas 1400 persegi hanya mampu memanen 7,17 Kwintal sedang jika kondisi normal mampu menghasilkan 2 Ton bawang merah. Selain merugi akibat serangan hama, kondisi petani semakin parah karena harga jual bawang merah juga mengalami penurunan.

Harga di tingkat petani saat ini Perkilo gram 7 hingga 8 Ribu Rupiah sedang harga normal antara 12 hingga 14 Ribu Rupiah Perkilogramnya, sementara modal petani mencapai 12 juta rupiah setiap luasan 1400 meter persegi.
Data Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri serangan hama ulat ini telah menyerang lahan seluar 3, 5 hektar milik petani Desa Paron.(rof)