Peserta Lelang Ancam Akan Laporkan Panitia Ke Polisi

Nganjuk – Tim dari CV. Afda Hilmi Production sebagai salahsatu peserta lelang debat Pilkada Nganjuk putaran tiga, berencana akan melaporkan pantia lelang Pokja Ulp KPUD Nganjuk yang diduga telah sengaja merubah harga penawaran milik CV Afida dan sengaja melanggar aturan lelang yang sebenarnya jenis Lump Sum, tapi panitia menggunakan jenis lelang harga satuan.

Padahal jelas dalam kontrak lelang debat pilkada ke tiga yang di selenggarakan oleh KPUD Nganjuk itu menggunakan jenis kontrak Lump Sum bukan mengacu pada harga satuan. Sehingga pihak panitia diduga sengaja merubah jumlah penawaran dari Cv Afida.

Meski panitia sudah mengaku salah dan membetulkan serta meminta maaf, pihak peserta yang menjadi korban atas kesalahan dari panitia itu tidak terima dan akan melaporkan ke pihak polisi.

“saya tidak terima meski panitia sudah membetulkan dan minta maaf. Sebab ini pelecehan terhadap aturan pengadaan lelang yang sudah di atur oleh undang undang yang sah. Rencana kita akan melaporkan panitia lelang ke polisi ” ujar simon salah satu tim dari EO Cv Afidah Hilmi Producton

Sementara Hendra Dwi Setiawan, ketua kelompok kerja ULP barang dan jasa KPUD Nganjuk, saat di konfirmasi by Wath App mengaku tidak ada kesengajaan untuk merubah apalagi menjatuhkan salah satu peserta lelang.

“Kita kerja tim sebagai kelompok kerja dan menemukan kesalahan perhitungan pada salahsatu point di penawaran Cv Afida, dan tim tidak tahu kalau lelang jenis Lump Sum, sehingga di lakukan perubahan pada harga total penawaran” sambungnya

Hingga saat ini proses lelang debat pilkada putaran ke tiaga masih belum final. Pihak panitia belum menentukan siapa pemenang dari lelang dengan nilai HPS paket 356.592.500 rupiah. Diharapkan panitia lelang bisa lbh selektif dan juga melihat kekurangan dari semua peserta sehingga tidak ada kesan menjatuhkan dan memenangkan salahsatu peserta lelang. (Tim liputan Jtv).