Pengasuh Ponpes di Nganjuk, Diduga Cabuli 3 Santri Putri

Nganjuk – Seorang pengasuh pondok pesantren diduga melakukan tindak kekerasan dan pencabulan terhadap santrinya sendiri. Terbongkarnya perkara tersebut,  karena salah satu korban yakni A-Y 14 tahun, mengadu kepada guru mengajinya.

Dalam keadaan menangis dan ketakutan A-Y merangkul Ustadzahnya serta menceritakan semua kejadian yang di alami korban, jika selama ini dirinya sering dipukul dan disetubuhi oleh I-K pimpinan pengasuh salah satu Yayasan Pondok Pesantren di Nganjuk.

Setelah mendapati aduan dari korban, kemudian Ustdah langsung menceritakan kepada orang tuanya. sehingga orang tua korban mendatangi ke Women Crisis Center (WWC) Nganjuk untuk melaporkan perbuatan yang dialami A-Y.

Selanjutnya, dengan di dampingi WCC, korban di bawa ke Unit Perlindungan Perempuan Dan Anak (UPPA) Polres Nganjuk untuk melaporkan kejadian yang menimpa ketiga santriwati itu.

Tidak hanya A-Y yang mendapatkan perlakuan cabul , di ketahui L-S berusia 14, dan P-I 14 tahun berasal juga mendapatkan perlakuan yang sama selama menjadi santri di Ponpes tersebut. “Pelaku melakukan pelecehan seksual dengan modus memberi benteng ilmu toriqot kepada para santrinya, hingga berujung asusila”, ujar Jumadi salah seorang saksi
Ketiga korban sudah menjalani visum guna memperkuat bukti yang diserahkan kepada Polisian. Saat ini, ketiga korban serta satu saksi masih dalam proses pemeriksaan petugas UPPA Polres Nganjuk.

Sementara Pihak kepolisian belum bersedia di konfirmasi karena masih menunggu hasil dari proses penyelidikan. (Achamd syarwani).