Pasca Demo, Kementrian Turun Tangan Akan Gelontor Jagung Ke Peternak Blitar

Blitar – Jeritan ribuan peternak yang menyuarakan kelangkaan dan mahalnya harga jagung di Kantor Bupati Blitar senin (15/10/2018) kemarin, mendapat respon dari pemerintah pusat. Selasa siang ( 16/10/2018).

Sampai ketelinga Dirjen Ketahanan Pangan Gatot Irianto menemui perwakilan peternak menggelar pertemuan diskusi, mencari terobosan mengatasi kelangkaan jagung dikeluhkan kalangan peternak.
Pertemuan kelompok peternak tersebut di hadiri juga oleh bupati Blitar H. Rijanto dan sejumlah dinas terkait. Dirjen Ketahanan Pangan Gatot Irianto menyampaikan bahwa pihaknya akan membantu benih jagung 5000 hektar kepada petani dan diharapkan tiga bulan mendatang sudah bisa di panen.

Pemerintah membantu peternak untuk mencrikan jagung selama tiga bulan kedepan sampai petani bisa memanen dan dalam minggu ini akan merealisasikan bantuan 100 ton jagung.

Selain itu untuk mengatasi permasalahan pemerintah memberikan solusi dengan memberikan 3 unit pemanen jagung dan bantuan 1 unit alat pengering. Tidak hanya itu, bantuan datang juga dari CSR Bisi yang memberikan 100 juta untuk subsidi. Ini akan di gerakkan untuk mencari jagung-jagung supaya bisa membantu peternak untuk 10 hari ke depan.

“Lha ini kan dikasih uang terus nanti setiap beli ini di subsidi kan, jadi untuk harga jagung Rp 4.700 mereka membeli Rp 4.600 yang 100 rupiah di subsidikan dari CSR Bisi. Benih kita beli dari Bisi sedangkan Bisi mengeluarkan CSR , jadi kan mutualistik.” Kata Gatot Irianto
Menanggapi solusi ini, Hidayaturrahman selaku Perhimpunan Insan Peternakan Unggas Nasional (PINSAR) merespon positif. Ia bersama peternak yang lain tidak perlu untuk datang ke Jakarta, karena sudah menemukan solusinya.

“Itulah negera hadir untuk peternakan, kita tidak pernah mendapatkan subbsidi. Ini untuk pertama kali di seluruh Indonesia. Kita perlu bukti 10 hari ke depan, harapannya untuk terus di kawal.” Tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Sukarman pengurus koperasi peternak Blitar , solusi yang disampaikan pemerintah itu baik dan pemerintah harus selalu mengawal.”. Jangan hanya kalau peternak teriak baru direspon “. Ucapnya. (Ervin)

Tinggalkan Balasan