Panen Raya Harga Salak Organik Di Jombang Turun

Jombang – Wisata argo terus di kembangkan masyarakat di Kabupate N Jombang termasuk kawasan Wisata Wonosalam, selain penghasil durian warga mulai menjadi petani  salak pondok.

Petani harus rutin membersihkan sekitar kawasan agar tidak tumbuh tanaman pengganggu, selain membersihkan kawasan sekitar petani juga harus rajin mengkawinkan bunga salak agar bisa menghasilkan buah yang produktif.

“Agar hasil panen melimpah petani menggunakan metode penyerbukan secara manual, serbuk bunga jantan ditaburkan ke bunga betina yang ada di tangkai pohon salak, agar tak rusak terkena hujan bunga yang sudah dibuahi ditutup dengan gelas plastik bekas,” jelas Cahyono pemilik kebun salak.

Kebun salak seluas 3000 meter persegi ini memilih metode menanam salak organik karena lebih murah dan aman untuk kesehatan. Karena tidak bercampur dengan pupuk an organik.

Selain buahnya berukuran besar, salak jenis ini mempunyai rasa yang manis.

“Sayangnya di tengah panen raya ini harga salak belum bersahabat dengan petani, meskipun tidak sampai merugi petani masih optimis untuk mengembangkan salak organik ini.” Tambahnya.

Saat ini perkilogran salak dijual Rp 5 ribu lebih murah dari harga sebelumnya mencapai Rp. 7 ribu. (Saiful)