Overstay, Dua WNA Asal Pantai Gading Diamankan Imigrasi Blitar

Blitar – Coulibaly Foungigue Brahima alias Ibrahim (27) dan Kone Adama Junior alias Adam (23), langsung digiring petugas Imigrasi Kelas II Blitar.

Kedua pemuda asal Pantai Gading tersebut, diamankan petugas imigrasi karena melebihi izin tinggal (overstay). Keduanya ditangkap petugas timpora imigrasi, saat mengikuti kompetisi sepak bola di Lapangan Dandong Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar.

Petugas Imigrasi Blitar, juga kesulitan untuk berkomunikasi dengan kedua WNA asal pantai gading, karena bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa prancis, dan hanya sedikit bisa bahasa inggris.

Namun, saat ditanya berapa kali bermain sepakbola, salah-satu WNA menjawab hanya berlatih dan baru sekali ini bermain sepakbola tarkam.

Kepala Imigrasi Blitar, Moh. Akram, mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua WNA datang ke Indonesia melalui bandara Soekarno Hatta di Jakarta, pada bulan Maret 2018.

Kedua WNA tersebut memang berniat menjadi pemain sepakbola profesional, namun karena tidak kunjung mendapatkann klub.

“Keduanya terpaksa ikut bermain sepakbola tarkam, sambil mengumpulkan dana untuk kembali ke negaranya,” jelas Moh. Akram.

Ibrahim sendiri datang ke Indonesia pada tanggal 4 Maret 2018 menggunakan bebas visa kunjungan wisata (30 hari), dan sampai saat ini melebihi izin tinggalnya selama 204 hari.

Sedangkan Adam datang pada tanggal 10 maret 2018 dan melebihi izin tinggal 199 hari. Keduanya dikenakan pasal 78 ayat 3 UU nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian, tentang orang asing pemegang izin tinggal yang habis masa berlakunya dan masih berada diwilayah Indonesia, lebih dari 60 hari dari batas waktu izin tinggal, dikenai tindakan administratif keimigrasian berupa deportasi dan pencekalan. (Moch. Asrofi)

Tinggalkan Balasan