Masya Allah, Tukang Sapu Bandara Jedah Seorang Haji Asal Indonesia

Jedah, JTV mataraman – Jedah merupakan Kota Utama Pintu masuk Arab Saudi, Kota Jedah Kota Tetbesar setelah Riyad, Jedah berbeda dengan Kota Makah dan Madinah yang di huni khusus umat muslim.

Jedah merupakan kota metropolitan dengan jumlah penduduk 3,5 juta jiwa merupakan salah satu pusat kegiatam ekonomi di negeri ini seperti salah satunya adanya Bandara Internasional King Abdu Azis yang diambil dari nama raja arab Pertama Abdul Azis.

Dibandara sinilah menyimpan kisah seorang tukang sapu asal Indonesia yang sekian lama menggantungkan hidupnya. Dia adalah H.sanusi (45), warga desa Kramatjaya Kepungkubang Kecamatan Gunungkenana Kabupaten Lebak Banten Jawa Barat.

Disela sela aktivitasnya bapak empat anak ini, saat di temui JTV mataraman, mengaku sudah 8 bulam bekerja di Bandara King Abdul Azis Jedah sebagai tukang sapu atau pembersih lantai dalam komplek Bandara dengan dengan gaji tidak terlalu besat hanya 800 real ( 3 juta rupiah) per bulan dengan fasilitas pemondokan.

“Alhamdulillah, benar benar nikmat kerja di sini ,meski gaji tidak besar tapi nikmat insya Allah barokah.’ Kata H.Sanusi sambil tersenyum ,Selasa ( 21/3/2018).

Priai ini bekerja sebagai tukang sapu di Bandara King Abdul Azis bersama puluhan teman lainnya dan 9 pekerja diantaranya berasal dari indonesia . Sebagai pekerja kasar H.Sanusi setiap hari harus mendorong sapu lantai bergagang panjang sambil mengenakan seragam baju dan celanannya berwarna orange, dirinya bekerja bersama puluhan pekerja lain dari berbagai negara seperti Bangladesh, Pakistan, India. “Saya setiap hari membersihkan lantai halaman bandara mas ,kerja mulai pukul 6 pagi hingga 7 malam, meski capek namun saya bahagia, pasalnya, tidak sembarang juga bisa bekerja seperti dirinya, bisa umrah dan haji”. Tuturnya.

Sanusi naik haji sejak tahun 2002 silam sebelum ia menjadi TKI dan cita citanya bekerja di Jedah ini selain mencari penghasilan untuk kebutihan keluarga juga ingin beribadah.(Moch.Asrofi)