Masakan Basi, Penyebab Keracunan Dihajatan Warga Kauman

Tulungagung – Dinas Kesehatan Tulungagung akhirnya mengumumkan hasil uji laboratorium atas keracunan masal yang diakami warga desa Mojosari kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung, pada Sabtu (03/02) yang lalu.

“Dari hasil ujilab atas swab dubur ditemukan 2 pasien dengan feses mengandung bakteri salmonella dan 1 fese pasien mengandung bakteri ecolli” jelas Kepala Dinas kesehatan Tulungagung, Mohammad Mastur.

Dinas Kesehatan telah melakukan ujilab berupa muntahan dan swab bagian dubur pasien, selain itu sambel kacang dan eskrim, hasilnya dari uji muntahan, sambel kacang dan eksrim, hasilnya tidak ditemukan adanya zat yang menyebabkan keracunan warga

Sementara dari sampel swab dubur ditemukan 2 pasien dengan feses positif mengandung bakteri salmonella dan satu pasien dengan feses mengandung bakteri ecolli. “Walau positif salmonella tapi tidak tipes, namun berpotensi menjadi pembawa atau penular kepada warga lainnya, untuk itu harus kita obati” Tegasnya.

Dengan adanya hasil ujilab ini, Dinkes mengasumsikan, penyebab keracunan yang 41 warga Kauman usai menyantap hidangan hajatan pada awal Maret lalu, dipicu oleh makanan yang sudah basi namun tetap disediakan oleh pemilik hajat.

Hal ini juga didukung oleh sejumlah bukti di lokasi kejadian, sebab hanya tamu undangan yang datang dan menyantap hidangan pada saat sore saja yang mengalami keracunan sedangkan tamu pada pagi hari tidak mengalami keracunan.

“Dipastikan penyebab keracunan karena makanan yang sudah basi, apalagi ada bukti jika yang keracunan hanya tamu undangan yang datang pada sore hari saja,” Pungkasnya.

Selanjutnya dinas Kesehatan akan mengkoordinasikan hasil ujilab tersebut dengan instansi lain, termasuk pihak kepolisian guna proses lebih lanjut. (Danu)