Mantan Kenek Angkot, Sukses Bisnis Ulat Jerman

Blitar – Ali Rahmad seorang mantan kenek angkot warga Desa Satrian Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar, sukses menggeluti bisnis ulat jerman. Bahkan ulat jerman yang dianggap sebagain orang merupakan binatang yang menjijikan ini telah membuatnya berpenghasilan pulahan juta per bulan.

“Bisnis ulat jerman tidak sulit hanya membutuhkan keuletan dan kesabaran, karena hampir sama dengan ulat hongkong, bedanya hanya ukuran ulat jerman ini lebih besar dan cara memeliharanya pun gampang selain itu, juga tidak membutuhkan biaya besar”, ujar Ali Rahmad pengusaha ulat jerman.

Sebelumnya hampir sembilan tahun bekerja sebagai kenek angkutan kota  yang setiap harinya mangkal di terminal Joyoboyo  Surabaya, namun setelah keluar dan beralih usaha menekuni bisnis ulat jerman hampir  selama 18 tahun.

Ulat jerman ini dipelihara dan ditangkarkan dalam kotak-kotak kayu berukuran 1 x 0,5  meter yang di susun dalam rak-rak kayu. Di dalam kotak kayu ini di letakan  kumbang jerman. Dalam waktu seminggu kumbang akan bertelor dan akan menetas berubah menjadi larva atau ulat jerman. Agar sehat dan cepat besar, larva-larva ini di beri makanan campuran sayur pepaya muda dan bekatul gandum.

makanan ulat jerman hanya pepaya muda, selian murah dan mudah didapat juga memiliki kandungan air cukup untuk memenuhi kebutuhan air ulat selama masa pertumbuhan hingga di siap dipanen.

Kesehatan ulat juga perlu di perhatikan seperti menjaga kebersihan kandang dan menjaga sirkulasi suhu kandang agar tidak terlalu panas. “Jika kondisi kandang terlalu panas ulat akan stres dan mati” tambahnya.

Saat panen ulat di saring untuk memisahkan antara sisa pakan, kotoran dan ulat siap jual.

“Ulat jerman hasil budidaya dijual ke sejumlah kota di pulau jawa, selain sebagai pakan burung berkicau. Ulat jerman juga biasa digunakan untuk  makan reptil seperti ular dan kura-kura dan sebagainya” ppungkasnya.

Setiap bulanya, ali bisa menjual ulat jerman hingga 1,5 hingga 2  ton dengan harga jual  28 ribu per kilogramnya. (Moch.Asrofi)

Tinggalkan Balasan