Larung Sembonyo, Budaya Eksotis Warga Pesisir Pantai Prigi Trenggalek

Trenggalek – Larung sesaji di Pantai Karanggongso Desa Tasik Madu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek Jawa Timur atau lebih akrab dikenal masyarakat sebagai upacara Larung Sembonyo, masih menjadi prioritas andalan wisata yang tetap mendapat antusiasme besar dari masyarakat.

Kebanyakan para wisatawan selain ingin melihat keseruan gelaran budaya Sembonyo yang tiap tahun diselenggarakan, mereka juga berwisata di Pantai Karanggongso, dengan bermain ombak di pantai pasir putih serta mencoba fasilitas wisata yang telah disediakan pengelola.

Menurut, Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten (Disparbud) Kabupaten Trenggalek, Joko Irianto bahwa upacara adat Larung Sembonyo di Pantai Karanggongso ini sudah berlangsung turun temurun. Dan rutin digelar oleh seluruh element masyarakat pesisir di Watulimo, salah satunya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dengan menggandeng Disparbud Kabupaten Trenggalek sebagai otoritas pengelola aset wisata budaya.

“Larung Sembonyo, selain sebagai ikon wisata juga merupakan salah satu aset kebubayaan dan kesenian asli Trenggalek. Pemkab Trenggalek, dalam hal ini institusi terkait yaitu Disparbud akan terus berupaya mendukung penuh pelaksanaan larung sembonyo dan pengembangan wisata lain di teluk Watulimo,” kata Joko kepada JTV Mataraman, Sabtu (29/7).

Joko Irianto melanjutkan, berdasar pada data jika luasan pantai di Trenggalek sendiri membentang sekitar 196 kilometer dan itu didukung dengan potensi wisata menarik yang tidak kalah dengan daerah lain.

” Menurut data, pantai di Trenggalek sangat panjang yang membentang dari barat ketimur dijalur Selatan dan itu sudah banyak dikenal masyarakat. Dan terkait itu, Disparbud tidak akan tinggal diam, kedepan akan terus mengembangkan potensi wisata pantai lainnya. Dan juga pengembangan ikon wisata di seluruh Trenggalek walau mungkin dengan anggaran terbatas,” ungkap Kepala Dinas ramah tersebut.

Ditambahkan oleh Joko Irianto, sebenarnya banyak keunggulan pantai Karanggongso diantaranya ombak relatif tenang tidak membahayakan, ada banyak gugusan karang serta pasir putih yang akan memanjakan pengunjung dan juga fasilitas tempat ibadah representatif.

“Tidak kalah dengan daerah lain, Atraksi wisata seperti speed boat, banana boat juga perahu wisata yang dikelola oleh masyarakat sekitar melengkapi tempat wisata ini selain juga fasilitas pendukung lain seperti tempat ibadah dan kios oleh-oleh jajanan khas,” pungkas putra salah satu Bupati legendaris Trenggalek ini. (Heru)

Tinggalkan Balasan