Dua Korban Penipuan CPNS dan Kariawan BPJS Laporkan Anggota DPRD Tulungagung Ke DPD Partai

Bambang Irianto sekretaris DPD Golkar Kabupaten Tulungagung menunjukan bukti kwitansi pembayaran korban penipuan CPNS dan BPJS Ketenagakerjaan.

 

Tulungagung – Ry (46) warga Kecamatan Boyolangu, anggota DPRD Kabupaten Tulungagung dilaporkan ke DPD Partai Golkar Tulungagung, oleh Sri Ekowati Warga Desa Sukowidodo Karangrejo dan Tri Wahyudi warga Desa Bendilwungu Kecamatan Sumbergempol, karena keduanya merasa ditipu oleh Ry yang menjanjikan dirinya akan diangkat menjadi PNS dan pegawai BPJS Ketenagakerjaan dengan membayar sejumlah uang.

Dengan membawa sejumlah berkas sebagai bukti transaksi seperti kwitansi pembayaran bermaterai dan surat perjanjian, korban juga melaporkan SB warga Desa Bendilwungu yang diduga satu jaringan dengan RY untuk menjadi calo CPNS.

“Pagi ini kita kedatangan tamu dua orang, melaporkan bahwa merasa dirugikan oleh SB dan RY, dimana RY ini kan nggota dewan dari Golkar jadi keduanya mengadu ke Golkar untuk menyelesaikan maslah ini,” jelas Bambang Irianto sekretaris DPD Golkar Kabupaten Tulungagung saat ditemui diruanganya.

Lanjut Bambang, nantinya penyelesaian kasus penipuan CPNS dan BPJS Ketenagakerjaan di tubuh partai berlogo beringin tersebut akan diserahkan kepada tim sembilan, dengan memeriksa yang bersangkutan.

“Penyelesaian di Golkar akan ditangani oleh tim sembilan, jika yang bersangkutan tidak hadir maka kasus ini tidak menutup kemungkinan akan di serahkan ke polisi,” tamabah Bambang.

Keduanya terpaksa melaporkan ke DPD Partai Golkar Tulungagung karena laporanya ke Polres Tulungagung ditolak oleh polisi, namun justru pihak kepolisian untuk mealporkan ke desa.

“Sebenarnya sudah dilaporkan ke Reskrim Polres Tulungagung, tapi di suruh ke desa untuk diselesaikan secara baik-baik, tapi tidak ada kejelasan,” tegas bambang.

Dalam surat perjanjianya, SB menawarkan kepada Tri Wahyudi akan diangkat dalam perekrutan PNS pada bulan november 2013, dengan perantaran RY, dengan membayar uang sebesar Rp. 135.500.000, dengan cara diangsur sebanyak sebelas kali.

Sementara Sri Ekowati dijanjikan akan dimasukan kerja di BPJS Ketenagakerjaan pada tahun 2014 lalu dengan membayan Rp 95 juta. Dengan dibayar secara berangsur sebanyak empat kali pembayaran.

Keduanya sepakat jika tidak diterima menjadi PNS dan bekerja pada BPJS Ketenagakerjaan uang akan kembali. Namun hingga kini tidak ada kejelasanya. (Danu)

Tinggalkan Balasan