Kembangan Sentra Pisang Cavendish Komoditas Unggulan Ekspor, Kata Liferdi Lukman Direktur Buah dan Flori Kementan , Blitar Harus Jadi Kabupaten Pisang

Direktur Buah dan Flori Kementan Dr.Liferdi Lukman Melakukan Kunjungan Ke Sentra Pisang Cavendish PT.Nusantara Segar Abadi (NSA) Desa Ngaringan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar,Jum;at(4/6/2021)

Blitar,JTV Mataraman : Kementrian Pertanian akan terus mendorong upaya pengembangan sentra kawasan pisang Cavendish di Kabupaten Blitar. Pengembangan hortikultura itu dilakukan karena pangsa pasar ekspor buah   buah -buahan di dunia masih sangat terbuka khususnya komoditas pisang menjadi peluang yang sangat menjanjikan.

Program pengembangan hortikultura berorientasi ekspor itu merupakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pemerataan ekonomi daerah. Tahun 2020 dan 2021 Kementan memprogramkan pengembangan sentra pisang Cavendish di Kabupaten seluas 50 hektar berada di Desa kalimanis Kecamatan Doko 20 hektar , Desa Ampelgading Kecamatan selorejo 20 hektar dan Desa Selopuro Kecamatan Selopuro 10 hektar sudah memanen.

“ Hari ini kami melakukan kunjungan  untuk monitoring pelaksanaan program pengembangan sentra pisang Cavendish di beberapa  kawasan Cavendish di Kabupaten Blitar. Kunjungan berlanjut ke perusahaan pengelola kebun pisang Cavendish  Nusantara  Segar Abadi (NSA) yang merupakan anak perusahaan Great Giant Pineapple (GGP) yang berpisat di Lampung.”Kata Dr.Liferdi Lukman,SP,M.Si Direktur Buah dan Flori Kementrian Pertanian saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Blitar, Jum’at (04/06/2021).

 Liferdi Lukman menambahkan pengembangan kawasan hortikultura pisang Cavendish di Kabupaten Blitar ini  untuk menjawab tuntutan  pasar. Tidak hanya di Kabupaten Blitar Kementrian pertanian juga mendorong pengembangan kawasan pisang Cavendish di daerah lain , seperti di Ponorogo,Bali ,Aceh dan beberapa daerah lainnya.

Liferdi Lukman menyampaikan Sentra kawasan pisang  terbesar di Indonesia berada di Lampung yang dimilki oleh PT. Great Giant Pineapple (GGP). Sedangkan di Kabupaten Blitar di kelola PT.Nusantara Segar Abadi (NSA) yang merupakan anak perusahaan GGP. PT.Nusantara Segar Abadi sebagai opteker dan kelompok tani sebagai plasmanya.

 Pengembangan sentra baru merupakan tuntutan pasar  dan salah satunya di Kabupaten Blitar. Liverdi  berharap tahun depan bisa berkembang sehingga dapat memberikan peningkatan pendapatan petani. Dikatakannya di Kabupaten Blitar lebih Beruntung di banding daerah lain.

Karena sudah ada  perusahaan  NSA yang merupakan anak perusahaan GGP , nantinya masyarakat  bisa belajar bisnisnya mulai dari hulu  seperti  apa baik  perbenihan sampai pemasarannya. “ Ini tentu menjadi berkah bagi masyarakat Kabupaten Blitar kalau mau study banding memperkaya pengetahuan bisa ke NSA.

,” ungkapnya.

Ditambahkan Direktur Buah dan Flori Kementan  jika budidaya pisang cavendish ini memberikan manfa’at kepada masyarakat, maka akan berkembang dengan  sendirinya. Walaupun dari pemerintah anggaran terbatas banyak masyarakat swadaya. “ jelasnya.

Sejak tahun 2020 , Kementan bersama GGP memiliki target 20  wilayah pengembangan sentra Cavendish di Indonesia, namun baru  5 yang terealisasi yakni  di Lampung sendiri ,Aceh ,Bali, Ponorogo dan Kabupaten Blitar.

” Kami berharap Kabupaten Blitar menjadi salah satu sentra produksi pisang nasional , untuk mewujudkannya perlu adanya kesadaran masyarakat dan komitmen pemerintah daerah. Jika demikian maka Kabupaten Blitar akan menjadi kabupaten pisang.”pungkasnya.

Sementara itu penanggung jawab perusahaan NSA ,Rahman mengatakan NSA saat ini memiliki tanaman pisang Cavendish seluar 150 hektar dari target 300 hektar. Tahun ini berencana akan di kembangkan tidak hanya pisang Cavendish , ke tanaman horti lainnya.

“ Dari lahan seluas 300 hektar ada lahan yang memang kurang cocok untuk pengembangan pisang  rencana akan kami tanami pojon jeruk dan alpokat dan saat ini masih dilakukan persiapan lahan.” Ucapnya.

Di Kabupaten Blitar yang memulai budidaya pisang cavendish adalah PT, Nusantara Segar Abadi (NSA) berada di Desa Ngaringan Kecamatan Gandusari. Mereka mengusai 300 hektar lahan, namun yang sudah ditanami dan berproduksi seluas 150 hektar.

” Hasilnya sangat memuaskan selain bentuknya besar , rasanya juga manis dan pulen berbeda dibandingkan pisang Cavendish Lampung yang merupakan sentra tersebesar produksi komoditas tersebut,” Kata Wawan Widianto,Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar.

Yang membuat semangat , Kata Wawan , pasar komoditas tersebut sangat terbuka luas , terutama ekspor jepang  menerima jumlah berapun menerima. Selain itu disisi lain penyerapan tenaga kerja sangat besar.” Di perusahaan NSA penyerapan tenaga kerjanya lebih 500 orang yang kebanyakan berasal warga sekitar. Ini tidak hanya mengurangi angka pengangguran tetapi memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.” ujarnya.

Wawan Widianto optimis sentra hortikultura pisang Cavendish akan cepat berkembang Kabupaten Blitar. Karena keuntungan dari budidaya komoditas tersebut menjanjikan peluang pasar sangat terbuka.”Kami dorong untuk dikembangkan  budidaya pisang Cavendish.  Lahan untuk pengembangan di Kabupaten  Blitar masih sangat luas, apalagi jika mengkonversi tanaman yang kurang produktif, maka lahan yang siap ditanami pisang tersebut sangat luas.” Pungkasnya.(As)

Tinggalkan Balasan