Jadi Tempat Ngisi Pulung, Rumah Komunitas Jaranan Digrebek Warga

JTVMataraman,Trenggalek – Sebuah rumah yang kerap dijadikan tempat mengisi pulung anggota komunitas jaranan di Dusun Karangtengah Desa Sukorame Kecamatan Gandusari, digrebeg warga. Sebanyak lebih dari lima belas remaja laki-laki dan tujuh perempuan diamankan dalam penggerebekan tersebut. Rumah tersebut diketahui milik Hadi Makrufin, (16) warga setempat.
Seluruh remaja anggota komunitas jaranan yang hendak mengisi pulung alias ndadi tersebut kemudian dibawa ke Mapolsek Gandusari untuk didata dan kemudian dikembalikan kepada keluarganya masing-masing.

Sementara itu, rumah Hadi Makrufin saat ini oleh warga sekitar tidak diperbolehkan untuk dijadikan tempat pengisian pulung dengan alasan meresahkan warga sekitar.
Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo melalui Kasat Reskrim AKP Sumi Andana membenarkan penggerebekan tersebut. Dijelaskannya, penggerebekan rumah yang kerap dijadikan ajang kumpul anggota komunitas pencinta jaranan tersebut bermula dari keresahan warga sekitar yang kerap mendapati puluhan remaja baik laki-laki maupun perempuan berkumpul di rumah tersebut. “Intinya warga sekitar resah dengan adanya kegiatan komunitas jaranan,” kata Sumi.

Apalagi ketika warga sekitar mengetahui bahwa aktivitas tersebut, yakni berkumpulnya puluhan anggota komunitas jaranan untuk mengisi ulang agar bisa ndadi saat menonton pentas jaranan turonggo yaksi tersebut tidak hanya siang hari. Melainkan hingga larut malam sehingga warga sekitar merasa terganggu kenyamanannya. ”Bayangkan siang malam kumpul-kumpul. Pastilah tetangga rumah ndak nyaman,” tukas Sumi.

Sementara itu, beberapa warga sekitar yang ikut menggerebek rumah Hadi Makrufin menuturkan, sebenarnya warga sudah lama memperingatkan pemilik rumah tentang keberadaan anggota komunitas jaranan tersebut. Namun hal tersebut sama sekali tidak diindahkan. Puluhan remaja putra putri yang tergabung dalam komunitas jaranan tersebut terus berdatangan. Bahkan tak jarang mereka ndadi dirumah tersebut.
Puncaknya, warga yang sudah geram dengan keberadaan komunitas tersebut akhirnya memutuskan untuk menggerebek rumah Hadi Mafrukin.

Saat penggerebekan, belasan remaja putra putri tersebut sedang melakukan ritual mendapat pulung dengan tujuan bisa ndadi saat melihat pentas jaranan. (Karyanto/Heru)