Grebeg Pancasila Dan Pawai Lampion Menyambut Hari Lahirnya Pancasila

Blitar – Ratusan warga Kota Blitar menggelar ritual Grebeg Pancasila di alon-alon Kota Blitar. Grebeg pancasila diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan dan juga pembacaan tesk pancasila yang diikuti oleh seluruh peserta ritual, dalam ritual ini para peserta juga membawa berbagi tumpeng langkap dengan lauk-pauknya.

Selanjutnya replika burung garuda, tesk pancasila serta lukisan Bung Karno dikirab dari alon-alon keliling Kota Blitar. dengan diikuti pasukan pembawa tumpeng yang berjumlah lima buah tumpeng, yang terbuat dari hasil palawija.

“Kelima buah tumpeng tersebut, menggambarkan sila-sila yang ada pada pancasila/ yang merupakan dasar Negara Indonesia.” Jelas Santoso Wakil Walikota Blitar.

Ritual grebeg pancasila ini, diikuti oleh seluruh warga Kota Bitar baik pelajar, instansi pemerintah maupun pelajar. Tidak hanya membawa tumpeng, para peserta ritual grebeg ini juga membawa berbagai macam lampion.

“Iringan lampion dengan berbagai bentuk serta model merupakan perwujudan dari gambar lima sila yang terkandung dalam pancasila. Yang dimulai dari lambang dasar negara pancasila, bintang, rantai, pohon beringin, kepala banteng hingga padi kapas,” tambah Santoso.

Dalam grebeg pancasila dan pawai lampion , selain sebagai bentuk rasa nasionalisme warga Kota Blitar serta untuk mengenang sejarah lahirnya pancasila, yang menjadi dasar Negara Indonesia. ( Moch.Asrofi)