Gencar Operasi Pasar, Tak Turunkan Harga Telur di Kota Kediri

Kedri – Walaupun operasi pasargencar diadakan mendekati perayaan natal dan tahun baru 2019, harga komoditastelur ayam di sejumlah pasar tradisional Kota Kediri, masih merangkak naik.

Di awalDesember ini, harga kisaran Rp 22 ribu perkilogram. Namun menginjak pertengahanbulan mengalami perubahan menjadi Rp 24 ribu perkilogram.

Dikatakan tris (60) salah seorang pedagang Sembako di Pasar Pahing Kota Kediri,kenaikan harga telur dipicu oleh mahalnya harga pakan ternak, utamanya jagung.Diakui, setiap hari masih mendapat pasokan telur rata-rata setengah kuwintal,yang ia terima dari peternak ayam di Kecamatan Pesantren Kota Kediri, danKecamatan Ringin Rejo, Kabupaten Kediri.

Ketika dikonfirmasi terkait harga masih mahal meskipun sudah digelontor denganoperasi pasar, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan Dan Energi(Desperindagtamben) Kota Kediri, Yetty Sisworini mengatakan, penyebabnyamahalnya harga pakan. Juga faktor cuaca yang tidak menentu, sehingga produktivitasayam petelur turun.

Kenaikan harga telur ayam ini tidak diikuti oleh komoditas Sembako lainnya.Berdasarkan pantauan di pasaran, harga beras masih relatif stabil. Misalnyaberas jenis IR 64 super masih Rp 9.500 perkilogram. Minyak goreng curah Rp 11 ribuperkilogram, dan gula tetap pada harga Rp 10 ribu perkilogramnya. (Beny)

Tinggalkan Balasan