Dinkes Temukan Krupuk Mengandung Borak Di Pasar Ngemplak

Petugas dari Dinas Kesehatan Tulungagung melakukan pemeriksaan makanan dan minuman. Foto : Danu

 

Tulungagung – Upaya Pemkab Tulungagung melalui Dinas Kesehatan untuk meminimalkan potensi beredarnya bahan pangan berbahaya di masyarakat, terus dilakukan. Seperti yang dilakukan oleh Seksi Perbekalan dan kefarmasian Dinkes Tulungagung pada Selasa (27/02) kemarin, dengan melakukan inspeksi mendadak peredaran bahan pangan berbahaya di Tulungagung, dengan memeriksa jajanan sekolah di SD Negeri II Kedungwaru dan pedangan kerupuk di Pasar Ngemplak.
Kasi Perbekalan dan Kefarmasian, Masduki yang memimpin kegiatan tersebut mengatakan, secara umum pemeriksaan pada jajanan sekolah di lokasi tersebut mulai dari Soto, Pappeda, Es, Martabak,Makaroni Telur dan Tahu Kres yang dijajakan pedagang di depan sekolah, tidak ditemukan makanan yang mengandung bahan pangan berbahaya.
Kemudian pemeriksaan dengan metode rapid test yang hasilnya bisa langsung diketahui di lokasi, dilanjutkan ke pedagang kerupuk mentahan di Pasar Ngemplak. Hasilnya ditemukan kandungan borak pada kerupuk Ketela dan Kerupuk Puli, yang dijual oleh salah satu pedagang di pasar ngemplak.
“jajanan di sekolahan negatif zat berbahaya, kalau untuk kerupuk tadi ditemukan dalam krupuk puli dan krupuk ketela” Ujarnya.
Masduki menjelaskan, penambahan borak pada kerupuk kerupuk tersebut dimaksudkan agar rasa kerupuk semakin enak dan renyah, sehingga masyarakat lebih memilih kerupuk dengan rasa seperti itu.
Padahal jika dikonsumsi dalam waktu yang lama bisa berakibat fatal pada tubuh manusia, sebab ketika tidka bisa diserap dengan maksimal oleh tubuh maka imbasnya sisa zat tersebut akan mengendap dan mengakibatkan gangguan pencernaan kemudian bisa menjalar ke gangguan fungsi hati dan ginjal.
“Jika masuk ke tubuh zat-zat tersebut dalam jangka pendek bisa mengakibatkan gangguan pencernaan. Jadi nutrisi tidak bisa teresap sempurna. Sedangkan dalam jangka panjang akan mengakibatkan sakit hepar (hati), gagal ginjal, dan kanker,” Tegasnya.
Masih menurut Masduki, dalam kesempatan kali ini pihaknya mendata pedagang yang nekat menjual belikan bahan makanan mengandung zat berbahaya. Kemudian dibuatkan berita acara sekaligus peringatan agar tidak memasarkannya kepada masyarakat, kemudian jika diketahui produk tersebut berasal dari luar Tulungagung maka pihaknya akan berkirim surat ke Dinas Kesehatan daerah asal kerupuk tersebut, sebagai pemberitahuaan sekaligus upaya koordinasi dengan pihak dinas kesehatan setempat.
Masduki berharap, kedepannya peredaran bahan pangan berbahaya bisa ditekan, sehingga tidak merugikan masyarakat Tulungagung. (Muhammad Imron Danu)

Tinggalkan Balasan