Diduga Guru Ngaji Di Tulungagung Lakukan Pelecehan Seksual, Sempat Ancam Santriwati Jika Melapor

Tulungagung, JTVMataraman.com: Diduga melakukan pelecahan seksual kepada beberapa santriwati dibawah umur, seorang guru ngaji di Kecamatan Boyolangu dilaporkan ke Polres Tulungagung.

Salah satu warga ST mengatakan kejadian itu bermula ketika seorang santriwati melaporkan perbuatan pelecehan guru ngajinya kepada orang tuanya. Berdasarkan pengakuan santriwati, diduga pelecahan seksual yang dilakukan oleh guru ngaji tersebut dilakukan di rumahnya pada saat mengajar santriwati.

“Sebelumnya santriwati mengaji di musala. Kemudian lokasi mengaji dipindah ke rumah guru ngaji itu. Kami menduga pelecehan seksual sudah lama dilakukan oleh guru ngaji tersebut. Tapi baru Oktober 2021 ini santriwati baru berani melaporkan kepada orang tuanya atas perbuatan guru ngajinya,” tuturnya.

Ketika mengajar ngaji dirumahnya, memang tidak begitu terlihat oleh warga, bahkan tempatnya juga tertutup. Diduga pelecehan seksual dilakulan pada saat guru ngaji memanggil santriwati satu persatu ke depan.

“Jadi ketika santriwati maju ke depan melakukan sorokan, diduga guru ngaji itu melakukan pelecehan seksual,” jelasnya.

Bahkan, setelah melakukan pelecehan seksual, guru ngaji itu diduga juga melakukan intimidasi kepada santriwati. Seperti melarang melaporkan kepada orang tua dan mengancam tidak akan menaikan juz para santriwati yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual.

“Guru ngaji itu juga melakukan ancaman kepada santriwati yang menjadi korban,” terangnya.

Dia juga mengungkapkan, ada sekitar 25 santriwati yang mengaji di guru tersebut. Namun saat ini masih ada empat santriwati yang mengaku mendapatkan pelecehan seksual.

“Kami menduga ada lebih banyak santriwati yang menjadi korban pelecehan seksual,” ungkapnya.

Kabar tersebut ternyata sudah menjadi buah bibir warga, maka pihak korban melaporkan guru ngaji tersebut ke Polres Tulungagung, (22/10).

“Saat ini warga sudah geram atas dugaan tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh guru itu. Dan tidak mau ada korban-korban selanjutnya,” tegasnya.

Ditempat terpisah, salah satu tokoh desa di Kecamatan Boyolangu, EW mengungkapkan bahwa hari ini (24/10) warga bersama pelapor dan terlapor melakukan pra mediasi di balai desa, dengan tujuan agar menciptakan suasana kondusif terkait dugaan pelecehan seksual kepada santriwati.

“Hari ini dua pelapor dan terlapor datang ke pertemuan pra mediasi,” tuturnya.

Dalam pertemuan tersebut pelapor menunut terlapor untuk meminta maaf. Kendati demikian, bukan berarti proses hukum berhenti disini.

“Terkait dengan laporan pelapor di Polres Tulungagung, itu tetap berjalan sesuai dengan prosedur yang ada. Karena proses hukum terlepas dari kami,” tambahnya.

Dia membenarkan bahwa terlapor memang sudah lama menjadi guru ngaji. Dan merupakan warga asli di desa tersebut.

“Iya, dia sudah menjadi guru ngaji sekitar 2-3 tahun,” ucapnya.

Selasa (26/10) akan dilakukan mediasi kembali. Dihadiri oleh dua pelapor dan terlapor.

“Pelapor juga meminta untuk didatangkan dari pihak kepolisan dalam mediasi nanti,” pungkasnya. (ham)