Curi Besi Sekolah di Tulungagung, Otak Pencurian Masih DPO

Tulungagung, Jtvmataraman.com, Dua pemuda sindikat pencurian besi berhasil diamankan oleh Polres Tulungagung, (14/11). Diketahui bahwa mereka telah melakukan pencurian besi yang akan digunakan untuk pembangunan sekolah di Tulungagung.

Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nenny Sasongko mengatakan, ke dua pemuda yang masuk dalam sindikat pencurian besi adalah RR (35), berasal dari, Kecamatan Medan, Kota Bekasi dan MNE (36) asal Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.

Kejadian itu bermula ketika, dua pelaku mendapatkan tugas untuk mengirim besi dari PT Bumi Siak Makmur ke MTSN 5 Tulungagung.

“Besi itu akan digunakan untuk pembangunan di MTSN 5 Tulungagung. Selain itu juga ada besi yang akan dikirim ke MTSN 7 Ngantru,” ujarnya.

Setibanya di MTSN 5 Tulungagung, ternyata besi yang datang tidak sesuai dengan orderan. Dari sinilah pihak sekolah mengkomplain penyedia besi. Setelah mengkomplain, ternyata penyedia terkejut, lantaran besi yang dikirimnya sudah sesuai dengan pesanan sekolah.

“Akhirnya pihak penyedia mencurigai dua orang pengantar besi tersebut, dan langsung melaporkan kejadian itu kepada Polres Tulungagung,” terangnya.

Dari laporan yang diterima pada 13 November 2021, pihaknya langsung mencari keberadaan ke dua pelaku tersebut. Akhirnya pada ke esokan harinya, Satreskrim Polres Tulungagung berhasil menemukan keberadaan ke dua pelaku yang berada di Kabupaten Blitar.

“Tim langsung mengamankan ke dua pelaku ke Polres Tulungagung, untuk dimintai keterangan,” paparnya.

Dari pengakuan pelaku, diketahui ternyata ada satu orang yang bekerja dibalik layar menjadi otak dari pencurian besi tersebut. Saat ini otak dari pencurian besi masih DPO.

“Kami akan periksa keterlibatanya, dan kini masih DPO,” terangnya.

Dari penangkapan ke dua pelaku, pihaknya berhasil mengamankan satu truk yang digunakan untuk mengangkut besi dan tiga buah besi. Tetapi, sebagian besar besi yang dicuri sudah dijual oleh pelaku seharga Rp 7 juta.

“Uang hasil penjualan dibagikan kepada orang-orang yang terlibat serta digunakan untuk sewa truk,” pungkasnya. (ham)