Cegah Peredaran Narkoba, BNN Blitar Kumpulkan Pemilik dan Pekerja Hiburan Malam

Blitar – Badan Narkotika Nasional ( (BNN) Kabupaten Blitar terus berupaya membersihkan peredaran narkoba.Berbagai langkah ditempuh , diantaranya mengumpulkan puluhan pelaku usaha wisata, tempat hiburan malam dan para pekerjanya untuk menjalin sinergitas dalam pemberantasan peredaran dan penggunaan narkoba.Kegiatan dengan tema Diseminasi Informasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) digelar di kolam pemancingan Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Kamis (16/8/2018).Kepala BNN Kabupaten Blitar, AKBP Agustianto menyatakan, tempat wiasata, hiburan malam, menjadi salah satu lokasi potensial bagi peredaran dan penggunaan narkoba. Maka dari itu, pertemuan ini sebagai bagian dari upaya pencegahan peredaran narkotika.“Pertemuan kali ini adalah pembinaan sekaligus sosialisasi terkait dengan bahaya narkoba dan acara ini bertujuan membangun sinergitas BNN dan Pelaku Usaha wisata dan tempat hiburan malam “, KatanyaLanjut Agus sebagaimana kita tahu Penataran adalah daerah wisata andalan Kabupaten Blitar. Di Penataran ada candi terbesar di Jawa Timur. Dalam perkembangannya, industri hiburan malam seperti café dan tempat karaoke berkembang pesat. “Kita ingin mensinergikan dengan program anti narkoba, jangan sampai pesatnya perkembangan wisata dan hiburan ini membuat narkoba marak,” Tuturnya.Sabu, ekstasi, dan ganja merupakan jenis narkoba yang paling banyak beredar di masyarakat. Ganja ini penggunanya tak jarang kalangan pelajar dan mahasiswa, pekerja hiburan malam ” ujarnya.Dalam pertemuan tersebut Agus memperkenalkan beragai macam jenis narkoba yang beredar di masyarakat. “Intinya kami minta kepada para pelaku usaha agar murni menjalankan bisnis hiburan. Jangan lakukan pembiaran jika ada praktik jual beli narkoba maupun penggunaan narkoba,” paparnya.Kegiatan serupa akan terus dilakukan pemerintah berbagai pihak, lembaga, badan usaha ,ormas selain BNN Kabupaten Blitar sendiri sudah menjalin MOU dengan lembaga pemerintah darah. (Moch.Asrofi)

Tinggalkan Balasan