Budidaya Koi , Nur Rifa’i Kades di Blitar Jadi Jutawan

Nur Rifa’i Kades Dayu Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar Sukses Budidaya Koi

JTV Mataraman.com : Blitar – Budidaya ikan koi merupakan bisnis yang sangat menggiurkan untuk dijalani. Karena ikan koi sendiri tergolong ikan hias yang harganya tinggi. Bahkan , untuk ikan yang memiliki corak indah harganya  bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta per ekor. Pasar koi di Indonesia terbilang sangat bagus, permintaan  pasar tidak pernah sepi.

Inilah yang mendorong Nur Rifa’i , seorang kepala desa Dayu Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar ini berniat menjadi pembudidaya ikan koi. Budidaya ikan koi sendiri sudah ditekuni Rifa’i selama 2,5 tahun dengan memanfa’atkan lahan 1.5 hektar areal persawahan miliknya.

Kini Nur Rifa’I memiliki 15 petak kolam koi dengan ukuran 40 x 40 meter dan 60 x 60 meter. Setiap kolam di isi 200 sampai 300 ekor dengan berbagai jenis ikan koi yang dipelihara seperti Sowa, Sanke dan Kohaku.

Ditemui JTV Mataraman, Nur Rifa’i mengatakan tidak ingin mengandalkan pendapatan dari jabatan kepala desa. Sehingga menjalani usaha budidaya koi. Selain menjadi hiburan budidaya koi bisa menjadikan pundi –pundi rupiah.

“ Alhamdulillah dari pendapatan budidaya koi sangat cukup  untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Sekali panen lumayan besar keuntungannya. Saya sendiri pernah menjual per ekor ikan koi jenis Sowa seharga 50 juta.” Katanya sambal tersenyum.

Memanfa’atkan Waktu Luang Pulang Kerja , Nur Rifa’i Rajin Mengurus Koi Yang Menjadikannya Pundi -Pundi Rupiah

Kini Nur Rifa’i memiliki ribuan Koi dari berbagai ukuran yang siap dipasarkan. Mulai dari harga 20 ribu hingga puluhan juta tergantung jenis , corak  dan ukuran dan masing masing jenis koi tersebut memiliki keunggulan dan keunikannya, mulai  ukuran mulai 10 cm hingga 40 cm dengan harga bervariatif.

Nur Rifa’i juga melakukan pembibitan menurutnya semua bibit ikan koi bernilai rupiah. Karena selain dari keuntungan jual beli koi juga mendapatkan keuntungan dari ajang kontes ikan koi dan ikan koi Blitar tidak kalah bersaing dengan ikan koi dari Jepang, pasalnya jenis ikan koi Blitar memiliki kelebihan warna dan panjang.

“ Banyak sekali para pecinta koi berbagai kota di pulau jawa dan luar jawa seperti Bali , Kalimantan , sulawesi , Aceh membeli  koi dari sini dan paling banyak di cari jenis sowa dan sanke.” Ujarnya.

Sejak pandemi COVID-19 membuat usaha koi  memang sedikit menurun akibat kelangkaan tabung gas oksigen yang terjadi akhir – akhir ini sebagai imbas dari kebijakan pemerintah untuk memprioritaskan pendistribusian oksigen keperluan  rumah sakit. “ Kelangkaan tabung gas oksigen secara tidak langsung sangat mempengaruhi penjualan koin . Saya berharap ketersediaan tabung gas oksigen segera normal  kembali karena setiap pengiriman koi membutuhkan,” Pungkasnya.(as)