Benur Senilai 3 Milyar, Diamankan Polres Trenggalek

Trenggalek – Penjualan ilegal benur (anakan lobster) termasuk dalam kejahatan internasional dan merupakan target operasi prioritas dari seluruh jajaran kepolisian didunia termasuk Polri. Dan atensi tersebut sudah dilaksanakan secara maksimal oleh Polres Trenggalek dengan terungkapnya beberapa kasus terkait penjualan ilegal dari benur tersebut.

Tercatat ada 10 kasus yang diungkap oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Trenggalek dengan akumulasi potensi kerugian negara yang telah diselamatkan lebih dari 5 milyar rupiah. Kasus terakhir yang telah diungkap adalah kurir pengantar benur ilegal pada Minggu, 24 Juni 2018 sekitar pukul 21.00 WIB didaerah Desa Sukorejo, Kecamatan Tugu dengan tersangka DPK warga Kecamatan Watulimo.

Dari hasil penangkapan polisi mengamankan barang bukti benur sejumlaj 35. 000 ekor dengan potensi kerugiaan negara 3 miliar rupiah. “Kami amankan 5 buah kardus besar masing-masing berisi 24 kantong plastik dengan jumlah total 35.000 ekor benur ( baby lobster ) jenis pasir dan mutiara senilai kurang lebih 3 milyar rupiah,” terang Kapolres saat press release.

Masih menurut Kapolres, penangkapan berlangsung dramatis. Kendaraan tersangka yaitu mobil berjenis minibus tersebut hampir menabrak anggota satreskrim yang melakukan penghadangan. “Tersangka bahkan hampir menabrak anggota saya saat melakukan penghadangan, tapi dengan kesigapan anggota akhirnya tersangka bisa ditangkap dijalur jalan kampung Desa Sukorejo,” terangnya.

Bersama tersangka, selain 35.000 ekor benur dalam kantong plastik diamankan pula beberapa barang bukti lain yaitu, 1 (satu) unit HP merk LG type A170 warna hitam beserta kartu simcard, 1 (satu) unit mobil, uang tunai sebesar Rp. 500 ribu.

“Tersangka diperintahkan oleh P, untuk mengantar baby lobster illegal tersebut kepada seseorang yang sudah menunggu kiriman di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.” Tambahnya.

Pelaku dijerat Pasal 92 Subsider pasal 100 undang-undang RI No. 31 tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan undang-undang RI No. 45 tahun 2009 tentang perikanan dengan acaman pidana 6 tahun penjara. (Heru Gondrong)

Tinggalkan Balasan