Banyak Negara Tujuan Tutup, Ribuan PMI Tulungagung Terancam Jadi Pengangguran

JELASKAN: Kepala Disnakertrans Tulungagung, Agus Santoso.

Tulungagung, JTVMataraman.com: Hingga kini ribuan pekerja migran Indonesia (PMI) Tulungagung belum bisa kembali bekerja ke negara tujuan. Pasalnya, banyak negara yang belum membuka penerimaan PMI. Akibatnya, PMI Tulungagung berpotensi besar menjadi pengangguran.

“PMI yang sudah pulang ke Tulungagung mencapai 1.200 orang,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Tulungagung, Agus Santoso.

Dia mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada satu pun PMI Tulungagung yang diberangkatkan ke luar negeri. Karena banyak negara yang masih memberlakukan pembatasan akibat pandemi Covid-19.

“Sampai saat ini calon PMI masih melakukan pelatihan dan belum ada yang diberangkatkan ke luar negeri,” tuturnya.

Padahal, hampir setiap hari Disnakertrans Tulungagung menerima pendaftaran ID untuk keberangkatan ke luar negeri. Setidaknya hampir setiap hari ada 10 orang yang mendaftar ID untuk menjadi PMI.

“Untuk PMI formal masih belum ada informasi. Tapi saya mendengar ada penerimaan PMI informal di luar negeri. Meskipun hingga kini belum ada PMI yang berangkat,” terangnya.

Mantan Camat Rejotangan itu mengungkapkan, untuk mengantisipasi penambahan jumlah pengangguran di Tulungagung akibat PMI yang tidak bisa berangkat kembali, pihaknya berencana membuat koperasi PMI dalan bentuk unit simpan pinjam. Selain itu koperasi juga bisa bergerak di sektor perdagangan seperti membuat swalayan, yang keuntunganya bisa kembali ke PMI.

“Karena sampai sekarang belum bisa berangkat, ditakutkan uang mereka habis dan ketika sudah dibuka kembali mereka tidak bisa berangkat karena tidak memiliki uang. Makanya melalui koperasi bisa menjadi jalan keluar mereka,” pungkasnya. (ham)