Bakar Puluhan Ribu Rokok Ilegal Di Tulungagung, Kerugian Capai Rp 137 Juta

HUKUM: Musnahkan puluhan ribu rokok ilegal di halaman Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tulungagung, (7/12).

Tulungagung, Jtvmataraman.com: Puluhan ribu batang rokok ilegal yang beredar di Tulungagung berhasil dimusnahkan dalam operasi gempur rokok ilegal. Dari hasil tangkapan, diperkirakan kerugian negara mencapai ratusan juta rupiah.

Berdasarkan pantuan, sekitar 09.00 WIB tampak beberapa drum yang berisi ribuan batang rokok ilegal yang dimusnahkan dengan cara dibakar. Pemusnahan rokok ilegal dilakukan di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tulungagung, (7/12).

Kepala Kantor Bea Cukai Blitar, Akhiyat Mujayin mengatakan, selama melakukan operasi pasar 2021 bersama Pemkab Tulungagung dalam rangka gempur rokok ilegal, tercatat ada 99.056 batang rokok ilegal yang berhasil diamankan.

“Dari tangkapan rokok ilegal, perkiraan kerugian negara mencapai Rp 137.229.275,” tuturnya.

Berdasarkan hasil lapangan, rokok ilegal yang ditemukan di Tulungagung ternyata berasal dari luar Tulungagung. Selain merugikan negara, adanya rokok ilegal juga merugikan perusahaan rokok legal di Tulungagung.

“Seharusnya perusahaan rokok Tulungagung bisa terserap di pasar Tulungagung. Tapi dengan adanya rokok ilegal dapat mengurangi serapan pasar perusahaan rokok legal,” terangnya.

Mujayin -sapaan akrabnya menjelaskan, sebaran rokok ilegal di Tulungagung paling banyak di wilayah selatan. Dimana wilayah selatan Tulungagung yang saat ini masih banyak masyarakat dengan ekonomi ke bawah, yang tentunya berpengaruh pada tingkat daya beli.

“Temuan rokok ilegal paling banyak di wilayah selatan Tulungagung,” jelasnya.

Disinggung, apakah ada tersangka yang ditetapkan dalam operasi rokok ilegal ini, Mujayin mengungkapkan bahwa tidak ada penetapan tersangka dalam operasi rokok ilegal, pasalnya dalam operasi tersebut pihaknya hanya melakukan tindakan persuasif.

“Kalau dalam operasi pasar gempur rokok ilegal tidak ada yang jadi tersangka. Tetapi dalam tahun ini kami sudah menetapkan tiga tersangka. Mereka adalah agen dan produsen besar rokok ilegal, dengan acaman kurungan penjara maksimal lima tahun,” pungkasnya. (ham)