Asosiasi BPD Tulungagung Tuntut Kenaikan Tunjangan Dua Kali Lipat

Tulungagung, JTVMataraman.com: Asosiasi BPD Tulungagung, menuntut kenaikan tunjangan kendudukan dua kali lipat pada tahun depan. Hal itu dilakukan karena merasa beban tugas dan fungsi yang diterima tidak seimbang.

Ketua Asosiasi BPD Tulungagung, Abdul Aziz mengatakan bahwa saat ini tunjangan kedudukan BPD hanya Rp 200-250 ribu setiap bulanya. Bahkan mayoritas BPD belum mendapatkan tunjangan.

“Ternyata mayoritas BPD belum mendapatkannya, karena tergantung dengan kekuatan APBDes setiap desa,” tuturnya.

Aziz –sapaan akrabnya menjelaskan bahwa dengan jumlah tunjangan BPD saat ini, pihaknya menuntut adanya kenaikan tunjangan kedudukan BPD Tulungagung. Pasalnya, fungsi dan tugas BPD sangat penting dalam pemerintahan desa.

“Karena BPD juga ikut serta dalam menyusun kebijakan dan peraturan di desa. Selain itu, jika berkaca pada kota tentangga, tunjangan kedudukan BPD di Tulungagung tergolong sedikit,” jelasnya.

Disinggung berapa tuntutan kenaikan tunjangan kedudukan yang diusulkan, Aziz mengungkapkan bahwa pada tahun depan pihaknya menuntut adanya kenaikan tunjangan kedudukan minimal Rp 500 ribu setiap bulannya.

“Ya kalau sekarang hanya Rp 200-250 ribu tiap bulannya, kami berharap 2022 nanti bisa naik minimal Rp 500 ribu per bulan. Kami juga berharap agar kesejahteraan para anggota BPD bisa diperhatikan oleh Pemkab Tulungagung,”ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Perencanaan dan Pembangunan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tulungagung, Anasrudin menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima permintaan dari Asosiasi BPD Tulungagung terkait kenaikan tunjangan kedudukan anggota BPD.

“Kami sudah menerima tuntutan dari Asosiasi BPD, terkait kenaikan tunjangan BPD kami sudah mengetahuinya,” terangnya.

Anas –sapaan akrabnya menambahkan, terkait berapa nominal tunjangan BPD dan apakah tunjangan kedudukan BPD Tulungagung di tahun depan naik atau turun, pihaknya belum bisa memastikan.

“Kenaikan tunjangan kedudukan BPD Tulungagung itu akan diputuskan oleh Bupati Tulungagung,” pungkasnya. (ham)