Adik Abu Bakar Baasyir Bebas Murni, Setelah Menjalani 6 Tahun Penjara

Tulungagung – Seorang narapidana kasus tindak terorisme, Noem Baasyir, Selasa (19/2) bebas murni setelah menjalani masa hukuman selama 6 tahun. Kebebasan Noem dari Lembaga Pemasyarakatan, Lapas Klas Dua b Tulungagung, dijemput sejumlah anggota keluarganya.

Noem Baasyir keluar dari LP Tulungagung sekitar pukul 09.00 Wib, dia sempat menunjukkan surat pembebasannya kepada sejumlah wartawan. Adik Abu Bakar Baasyir ini bebas murni, setelah hampir 6 tahun menjalani masa pemidanaan disejumlah lapas di Indonesia, dan terakhir di Lapas Tulungagung.

Menurut Noem, setelah bebas ia akan kembali berkumpul dan mengurus keluarga. Setelah menjumpai wartawan, Noem langsung maduk ke dalam mobil dan bergegas meninggalkan Tulungagung dengan diiringi 2 minibus lainnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas 2 B Tulungagung, Erry Taruna menjelaskan, Noem dinyatakan bebas murni, yang bersangkutan telah menjalani seluruh proses pemidanaan sesuai putusan hakim selama enam tahun dipotong remisi selama 3 bulan.

“Selama berada di dalam Lapas Tulungagung, Noem dinilai cukup baik. Namun yang bersangkutan enggan mengikuti kegiatan pembinaan rohani serta salat jumat jamaah didalam Lapas,” kata Erry Taruna.

Dalam proses pembebasan ini, LP tidak memberikan persyaratan karena noem bebas murni.

Setelah kebebasan Noem Baasyir, saat ini Lapas Tulungagung masih membina satu napi teroris lain, yakni Ridwan Sungkar yang dijadwalkan akan keluar pada Maret mendatang. (Bondan)

Tinggalkan Balasan