Padi Roboh Diterjang Angin, Petani Panen Dini

Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan hektaran tanaman padi ambruk rata dengan tanah. Padi yang rusak membuat petani terpaksa melakukan panen dini. Foto : Khusni

 

Tuban – Sedikitnya delapan hektar tanaman padi yang ambruk diterjang hujan dan angin kencang di Desa Klotok, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. Tanaman padi yang berumur rata-rata 85 hari, ambruk rata dengan tanah.

Sarju salah satu petani mengatakan kini padi yang mestinya sudah tinggal menunggu dipanen rusak dan mengering. “Bahkan sebagian padi sudah mulai membusuk” jelasny.

Akibatya, petani pun mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Agar tidak puso, padi yang rusak terpaksa dipanen lebih awal, akibatnya hasil panen jadi berkurang. Satu petak lahan seluas setengah hektar yang biasanya mampu menghasilkan rata-rata 3 ton gabah, “kini petani hanya mampu menghasilkan antara 1,5 hingga 2 ton gabah” tambahnya.

Selain itu, harga gabah ditingkat petani menjadi turun lantaran kualitas gabah jelek. Harga jual gabah kini berada dikisaran Rp. 3900,- perkilogram atau turun sebesar Rp. 600, dibanding sebelumnya yang mencapai Rp 4.500,- per kilogram.

Dalam sepekan terakhir, Kabupaten Tuban, diguyur hujan disertai angin. “Jika cuaca buruk terus berlanjut di khawatirkan kerusakan tanaman padi akan terus bertambah” pungkasnya. (Khusni Mubarok)

Tinggalkan Balasan