Sehari 30 Wanita di Tulungagung Antre Menjadi Janda

Tulungagung – Kasus perceraian di Kabupaten Tulungagung belakangan ini mengalami peningkatan. Sehari rata-rata ada 30 wanita di kota marmer ini antre untuk menjadi janda.

Kasi Humas Pengadilan Agama Tulungagung Tamat Zaifudin Mengatakan Meningkatnya kasus perceraian ini berdasarkan laporan dari Pengadilan Agama (PA) Kabupaeten Tulungagung yang menyebutkan empat bulan pertama tahun 2018 sebanyak 1228 laporan perkara, setiap hari rata-rata 30 pasangan dikabulkan perceraiannya.

Angka ini naik cukup dratis dibandingkan angka dengan rata-rata perhari pada tahun 2017 lalu yang jumlahnya 3525 perkara perceraian.

“Trennya naik dibandingkan tahun lalu, dibandingkan tahun sebelumnya.” jelas Tamat Zaifudin.

Pemicunya beragam mulai dari perselingkungan, faktor ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga, perselisihan pendapat, kawin paksa dan lainnya.

“Paling mendominasi adalah factor ekonomi,” lanjutnya.

Sementara itu dari segi usia perkawinan, angka terbanyak untuk perceraian berada di usia 10-15 tahun perkawinan. Namun bukan sedikit mereka yang baru memasuki jenjang pernikahan dua atau tiga tahun. Sedangkan gugatan cerai jauh lebih banyak diajukan pihak wanita. (Danu)