Wujudkan Sekolah Unggulan SMPN 2 Garum Terapkan Pendidikan Berbasis Karakter

Blitar -Mendidik siswa memang tidak mudah, butuh adanya perjuangan yang harus di lakoni oleh para Guru. Perjuangan yang di mulai dengan niat perubahan akan menghasilkan siswa yang berkarakter sesuai norma sekolah dan norma sosial masyarakat. Tindakan nyata perubahan tidak lepas dari berbagai pihak, termasuk peran guru, siswa, orang tua, masyarakat dan stakeholder lainnya.

Semangat perubahan untuk mendidik siswa berkarakter telah di lakoni oleh UPT SMPN 2 Garum, terletak 13 km dari kota Blitar. SMP pinggiran yang penuh motivasi dan inspirasi untuk sekolah lain ini dipimpin oleh sosok ibu yang hebat yakni Muti’ah, S.Pd.

Sebagai salah satu SMP pinggiran di kabupaten Blitar, UPT SMPN 2 Garum melahirkan program-program yang luar biasa untuk mengembangkan pola pikir dan karakter anak. Tahap demi tahap dilakukan agar siswa memiliki karakter yang baik diantaranya pengadaan kemah santri. Kegiatan tersebut dilakukan setiap tahun sekali saat tahun baru, tujuannya agar dapat mengontrol siswa bertindak negatif di luar rumah.

Kepala UPT SMPN 2 Garum Muti’ah, S.Pd mengatakan kemah santri dilakukan minimal mencegah siswa bertindak asusila di luar rumah. Kegiatan tersebut merupakan buah pikir dari para guru dan tindakan nyata yang berhasil dilakukan.

“Kami bersama guru disini mengedepankan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yakni melalui pramuka, madrasah diniyah dan sekolah ramah anak. Dimana ketiganya memiliki nilai yang penting untuk membentuk karakter anak yang baik misalkan memiliki karakter mandiri, religius, integritas, nasionalis dan gotong royong.” Kata Muti’ah, S.Pd.

Pramuka tidak hanya menjadi pendidikan karakter untuk siswa namun menjadi salah satu kegiatan yang menghasilkan prestasi. UPT SMPN 2 Garum terus berjaya meraih juara umum pramuka tingkat kecamatan. Hal ini tidak lain upaya dari para guru untuk mengembagkan motorik dan karakter anak.

Selain pramuka madrasah diniyah dilakukan agar anak memiliki jiwa religius, melatih siswa untuk mengedepankan toleransi antar umat beragama dan sebagai penguasaan terhadap pengetahuan agama islam. Out put yang diharapkan tentunya siswa memiliki akhlak yang baik dan pengetahuan agama islam yang luas.

Sementara itu sekolah ramah anak dalam pandangan guru di SMPN 2 Garum merupakan cara agar siswa betah dan rajin untuk bersekolah. Melalui pendekatan halus namun disiplin merupakan cara terbaik untuk mengajak anak mencintai belajar di sekolah dan sekaligus mengenali anak dari berbagai latar belakang.

“Anak yang salah sekalipun tidak harus di perlakukan tidak adil. Menangani anak tidak memakai emosi, harus melihat sosok anak dari latar belakang keluarga. Mengatasi anak jangan dengan marah, jika dengan marah bisa jadi anak malah tidak sekolah. Jadi melalui pendekatan halus, hal tersebut sangat efektif.” Ungkap kepala SMPN 2 Garum

Kedisiplinan siswa di SMPN 2 Garum untuk membentuk karakter yang lebih baik tidak hanya sebatas itu, namun juga hal lain seperti anak yang tidak memiliki nilai B dalam perilaku wajib mengikuti workshop siswa berkarakter selama 3 hari 3 malam di sekolah.

“Tekun masuk sekolah setiap hari walaupun sedikit anak akan dapat pengetahuan, pengalaman yang baik untuk dia sendiri. Di sekolah mengajari anak sabar, minimal memahami dan mau melaksanakan sholat berjama’ah dhuha dan dhuhur.” Tambahnya

Perjuangan para guru SMPN 2 Garum terus dilakukan untuk membentuk karakter siswa yang baik, upaya tersebut misalkan memperkenalkan kegiatan lain seperti literasi pojok baca, tata boga, menjahit, menari, menyanyi solo, drum band, hadrah, pencak silat, catur dan bakti sosial.

“Minimal jika mereka tidak pintar dalam pelajaran setidaknya pintar dalam bermasyarakat, karakternya akan baik. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan siswa memilki karakter yang kuat yang nantinya dapat berpengaruh dalam kehidupan siswa ke depan.” Tutur Muti’ah, S.Pd, senin (21/1/2019)
https://youtu.be/vOlkGb-Q8pA

Untuk itu pihak sekolah melakukan kerjasa sama dengan berbagai pihak untuk menunjang program sekolah tersebut termasuk mendatangkan dari Dinas Perkebunan Jawa Timur untuk kegiatan menyambung tanaman hias dan kegiatan dewan galang binaan Polres langsung.

Muti’ah menambahkan bagi siswa yang letak rumahnya jauh, SMPN 2 Garum juga menyiapkan armada mobil untuk antar jemput siswa. Rp 3.000 untuk biaya naik, namun pihak sekolah membantu siswa untuk membayar separuhnya. Para Guru tidak henti-hentinya berjuang demi masa depan siswa yang notabenenya sebagai anak pinggiran.

“Kedepan UPT SMPN 2 Garum tidak harus mencari murid, tetapi di cari oleh murid karena berkualitas, pemerintah semakin peduli sehingga banyak bantuan sarana prasarana dan terakhir saya berharap mampu memunculkan inspirasi siswa dalam belajar sehingga lebih bersemangat.” Harap Muti’ah,S.Pd. (M.Asrofi)

Tinggalkan Balasan