Warga Resah Sering Dilalui Truk Pasir, Jalan Raya Ngoran Rusak Parah

Akibat Sering Di Lalui Truk Muatan Pasir Jalan Sepanjang Ratusan Meter Desa Ngoran Kec.Nglego Kab.Blitar Rusak Parah

Blitar,JTV Mataraman : Kondisi jalan raya di Desa Ngoran Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar  sangat memprihatinkan. Bukan hanya lapisan aspal mengelupas, kerusakan jalan juga ditandai dengan adanya gelombang di badan jalan. Kerusakan terparah tepat di depan kantor desa Ngoran selain bergelombang juga berlubang, sehingga pengguna jalan harus ekstra hari – hati.

Menurut keterangan warga, kerusakan jalan desa Ngoran yang menghubungkan desa Kedawung sering kali memakan korban, utamanya pengendara motor yang mengalami kecelakaan tunggal. Biasanya, pengendara yang memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi akan kesulitan mengendalikan kendaraannya saat melewati jalan ini.

“ Sudah lama jalan rusak parah dan sering mengakibatkan kecelakaan. Kebanyakan yang mengalami kecelakaan malam hari pengendara  ngebut, mendadak ada jalan rusak karena tidak keliatan akhirnya oleng dan jatuh. Meski tidak ada korban jiwa namun membuat masyarakat resah”. Papar Susanto ,tokoh masyarakar setempat,Sabtu (27/03/2021).

Kerusakan jalan desa Ngoran ini, kata Susanto, karena banyaknya truk pengangkut pasir yang lewat. Hampir setiap hari selama 24 jam jumlah  truk pengangkut pasir yang melintas mencapai puluhan dan  melebihi bobot maksimal kelas jalan menyebabkan jalan milik Kabupaten rusak parah.

” Sedih sekali, kerusakan jalan itu kalau lagi musim kemarau begini jadi debu berterbangan dan ini mengkawatirkan terjadinya gangguan kesehatan terhadap warga sekitar.terutama bagi orang tua serta anak –anak kecil.” tambah Susnto.

Lanjut Susanto. Kondisi jalan rusak kurang lebih sepanjang 400 meter, terparah depan kantor desa dan sangat menggangu pelayanan masyarakat oleh pemerinmtah desa. “ Kami bersama warga meminta kepada pemerintah daerah agar segera dibangun atau diperbaiki. Kerusakan jalan yang terjadi satu tahun terakhir sangat mengganggu akses perekonomian warga. Sebab jalan ini merupakan penghubung antar  desa dan alternatif antar kabupaten karena warganya sering berinteraksi untuk berdagang.(As)

Tinggalkan Balasan