Usaha Sampingan Pembibitan Sapi , Kades Bendosari Per Bulan Raup Untung Belasan Juta

Aktifitas Kades Bendosari Tiyok Setiap Hari Memanfaatkan Waktu Luang Mengurus Indukan Sapi Di Kandang Miliknya

Blitar, JTV Mataraman.com : Peluang usaha pembibitan atau breeding sapi di Kabupaten Blitar masih sangat menjanjikan. Kegiatan ini pun, diperkirakan mampu menaikkan taraf kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat.

Usaha breeding sapi  masih cukup cerah bisa menjadi salah satu pilihan alternatif untuk pengembangan ekonomi masyarakat sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat pedesaan di Kabupaten Blitar.

Pasalnya setiap tahun kebutuhan terhadap bibit  ternak sapi semakin meningkat Faktor utama yang menjadi peyebabnya tak lain karena permintaan daging konsumsi semakin bertambah , sehingga para peternak pembesaran sapi membutuhkan bibit-bibit ternak yang berkualitas yang siap untuk dibesarkan.

Seperti yang  digeluti oleh Tiyok Sunaryanto (40) Kepala Desa  Bendosari Kecamatan Sanan Kulon Kabupaten Blitar Jawa Timur. Ia memulai usaha sampingan pembibitan atau  Breeding ternak sapi sejak lima tahun lalu dan ternyata keuntungannya lebih  besar dari pada  penggemukan atau pembesaran ternak sapi.

Menurutnya biaya yang dikeluarkan usaha Breeding ternak sapi lebih sedikit dibanding  penggembukan untuk sapi potong. Biaya pakan breeding sapi per ekor hanya menghabiskan 15 ribu per hari ,  sedangkan penggemukan per ekor bisa 40 ribu per hari.

 “ Biaya usaha pembibitan atau breeding sapi lebih ringan dan untungnya lumayan, lebih lebih kalau anakan  sapi yang dilahirkan kelamin jantan mahal, baru lahir saja sudah dihargai 8 – 10 juta , kalau betina di hargai 6-7 juta ”  Terangnya.

Lanjut Tiyok , usaha pembibitan atau breeding sapi harus ditangani secara  baik ,  makanan dan kesehatan sapi induk (Babon) harus selalu terjaga.” Memang system breeding sapi ini kurang diminati , karena usaha breeding sapi memerlukan waktu panjang, betina bunting 9 bulan baru melahirkan, sehingga resiko cukup besar.” Ucapnya.

Awal Tiyok  memulai usaha breeding sapi hanya dua ekor indukan ,terus bertambah hingga kini memiliki 30 ekor sapi indukan. Ia mengurus usahanya  dibantu dengan istri dan setiap hari sepulang dari kantor desa harus pergi ke kandang mengurus ternaknya , membersihkan kandang , memberi makan mengontrol kesehatan sapinya.  Rata – rata dari puluhan indukan sapi setiap bulan ada yang bunting tua dan  melahirkan dan harus dipisah  dipelohara di tempat khusus.

 “ Saya menjual anakan sapi ( pedet) setiap bulan 3 hingga 4 ekor dan per ekor laku 10 hinga 12 juta ,dibeli oleh pedagang ada yang langsung dibeli petani untuk dipelihara. Ia bercita – cita  ingin mengembangkan usaha dan kini tengah mempersiapkan  lahan di buat kandang ” Pungkasnya.(As)

Tinggalkan Balasan