Uji Kekuatan Jembatan Brawijaya, 16 Truk Bermuatan 640 Ton Mengukur Getaran

Kediri – Uji beban (loading test) pada Jembatan Brawijaya dilaksanakan Kamis (10/5) yang dimaksudkan untuk menguji kekuatan jembatan dan mengukur getaran.

Dalam pengujian ini, disiapkan 16 unit truk di atas Jembatan Brawijaya dengan total berat hampir mencapai 640 ton. Ke enambelas truk ini digunakan sebagai media tes beban mengukur kekuatan jembatan yang memiliki panjang kurang lebih 175 meter.

Muji selaku ketua tim dalam uji beban pada Jembatan Brawijaya mengatakan bahwa uji beban ini dilakukan untuk memberikan keyakinan pada Pemkot Kediri yang akan menindaklanjuti pembangunan jembatan ini, bila tidak ada masalah teknis dari struktur Jembatan Brawijaya. “Karena sudah lama tidak dioperasikan tentunya harus diperoleh informasi sebaik-baiknya dan secukup-cukup nya agar jembatan ini benar-benar memenuhi desain operasional dan pelaksanaan nantinya,” ungkapnya.

Pengujian ini telah mengikuti Standar Nasional Indonesia dalam pengukuran jembatan untuk keselamatan jembatan dengan menggunakan beban tersebut. “Bila nantinya ada kemacetan dengan formasi seperti ini maka jembatan ini akan tetap aman,” ujarnya.

Dalam pengujian ini akan dikontrol lendutan yang berada diatas maupun dibawah jembatan, apakah masih dalam batas aman.

Muji menjelaskan untuk batas normal lendutan adalah seperlimaratus dari empat puluh, yakni 80 cm. “Kita akan amati sekitar 10 cm. Itu sudah bagus,” jelasnya.

Sementara itu Kasi Rehabilitasi dan Pembangunan Kebinamargaan Dinas PUPR Kota Kediri Narto mengatakan tujuannya, agar kualitas beban jembatan bisa diketahui ketika nanti benar-benar telah di operasionalkan.

Uji beban ini juga dihadiri Asisten Administrasi Umum Setda Kota Kediri Maria Karangora, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri Martini, perwakilan dari Dinas PUPR dan Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kota Kediri.