Tujuh Ekor Sapi Milik Warga Srengat Mati Mendadak

BlitarTujuh ekor sapi milik Warga Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, mati mendadak diduga akibat terserang penyakit ngorok (Septicaemia Epizootica).

Sebelum mati sapi-sapi tersebut mengalami gejala sakit seperti demam tinggi diatas 39 derajat celcius  sampai 42 derajat celcius, gangguan pernafasan, dan nafsu makan berkurang.

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar Yudi Setya mengatakan, gejala yang dilami ketujuh sapai tersebut masih dalam kategori sangat umum, sehingga dinas peternkan masih belum memastikan penyebab matinya sapi-sapi tersebut.

“Kematian ternak sapi milik warga tersebut dimungkinkan bisa karena penyebab lain, Seperti faktor cuaca yang memungkinkan bakteri berkembang biak dan menimbulkan penyakit” jelasnya.

Setelah ada laporan dari peternak Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar telah ke lapangan. Bahkan petugas dari balai besar veteriner Jogjakarta telah mengambil sampel untuk dilakukan uji laboratorium, terhadap sapi  hidup yang tinggal sekandang dengan sapi yang sudah mati.

“Hasilnya bisa diketahui dari hasil lab,” tambahnya.

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar menghimbau kepada seluruh peternak untuk melapor apabila hewan ternaknya mengalami gejala sakit. (Moch. Asrofi)

Tinggalkan Balasan