Tragis, Siswi SMP Kota Blitar Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Kos

Blitar – Seorang siswi cantik SMP Negeri di Kota Blitar ditemukan tewas gantung diri di kamar kosnya Jalan Ahmad yani gang tiga. Siswi tersebut ada EPA asal Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar.

EPA gantung diri dengan seutas tali plastik warna biru yang menggantung diatas pintu masuk kamar kos. Orang yang pertama kali mengetahuinya adalah pengasuh EPA, Mariana. Perempuan tersebut langsung lemas ketika mengetahui anak yang ia asuh sejak kecil itu tewas dengan cara tragis.

Mariana mengatakan sebelum gantung diri EPA sempat memintanya untuk membelikan nasi. Usai membelikan nasi Mariana kembali ke kamar kos, kaget saat melihat tubuh gadis enam belas tahun itu menggantung di pintu kamar kos.

“Saya tidak melihat tanda-tanda aneh pada EPA saat saya berangkat membelikan nasi untuknya. Saya emang agak lama membeli nasi karena banyak warung yang tutup.” kata Mariana.

Rupanya EPA juga sudah menyiapkan rencana nekatnya tersebut. Hal ini terbukti dimana siswi yang baru saja lulus SMP telah menulis beberapa pesan untuk Mariana, pengasuhnya.

Isi pesan tersebut, korban menulis “Maklek (sebutan untuk pengasuhnya), jangan teriak, panggil orang di sekitar, hubungi Mardi Waluyo (0342-xxxxxx), bawa tas ini. Kartu BPJS ada di dalam amplop. Jangan ada ambil gambar disini!”.

Selain itu EPA juga menuliskan beberapa pesan untuk pemilik kos, dan orang tuanya. Sementara orang tua korban selalu memberi motivasi kepada korban yang sempat putus asa, akibat tidak diterima di sekolah idamannya SMA Negeri 1 Blitar, karena sistem zonasi.

Kasatreskrim Polresta Blitar Kota AKP Heri Sugiono mengatakan hasil olah TKP dan setelah meminta penjelasan dari pihak keluarga dan beberapa saksi, bahwa tulisan tersebut identik dengan tulisan tangan korban.

“Kematian korban murni bunuh diri, sedangkan keluarganya menolak diautopsi, dan sudah membuat surat pernyataan”, tandas Kasat Reskrim Polres Blitar Kota.

Kasus pelajar SMPN Kota Blitar nekat gantung diri inipun juga ditanggapi Oleh Dinas Pendidikan. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten dan Kota Blitar Suhartono mengatakan, hasil konfirmasi terkait motif siswi gantung diri, bukan semata masalah zonasi.

“Saya malam itu langsung konfirmasi ke berbagai pihak. Kebetulan ada teman yang kenal dekat dengan siswi ini. Juga ada yang kenal dekat dengan keluarga. Intinya, motifnya bertindak nekat itu bukan semata-mata terkait zonasi,” kata Suhartono. (Azizah)

 

Tinggalkan Balasan