Tokoh Masyarakat Tentang Sosok Figur Calon Wakin Bupati Tulungagung

Tulungagung – Warga Kabupaten Tulungagung merindukan sosok wakil bupati, setelah sekian lama mengalami kekosangan pasca dilantintiknya Maryoto Birowo sebagai Bupati Tulungagung definitif oleh Gubernur Jawa Timur.

Muhammad Abdilah Tokoh Agama Pondok Pesantren Desa Tawangsari, Kedungwaru, Tulungagung mengatakan dirinya menilai tidak baik dengan kondisi kekosongan sosok wakil bupati tersebut.

 “Maaf saya bukan politisi. Tapi Kekosongan jabatan lama-lama itu tidak baik, kita butuh yang namanya pemimpin atau wakil bupati.  Dari perspektif Islam seseorang itu dibenarkan kampanye atau memperkenalkan dirinya (diperbolehkan) pada masyarakat asalkan bukan hal-hal mengandung fitnah atau tidak sesuai dengan kenyataan.” Jelasnya.

Lanjut Gus Dilah, Dalam ajaran agama Islam memilih pemimpin dikenal dengan Sunnah, jadi masyarakat butuh seorang pemimpin. Sedangkan menurut falsafat Jawa pemimpin itu, dikenal dengan Ratu artinya seorang pemimpin harus bisa mengayomi.

“Point pertama falsafah Jawa adalah memilih pemimpin itu harus bisa memilih orang yang bisa mengayomi.” Imbuhnya.

Sebelumnya sebelas figur calon wakil bupati mendaftarkan diri ke PDI Perjuangan diantaranya Agus Santoso, Bambang Agus Susetyo, Mohamad Soleh, Islandri, Gatut Sunu Wibowo, Permadi, Saleh Ismail Mukadar, Sodik Purnomo, Suharminto, Tatang Suhartonodan Wiwik Triasmoro.

Kita mau memilih sesuatu apa kebutuhan kita, jangan sampai kita dalam kondisi seperti ini , memilih figur yang tidak sesuai.

“Ada sebelas calon namun Harus jelas dulu, Kalau masyarakat itu banyak dari mereka, hendaknya kalau kita mau memilih harus ada pilihan, kita harus jelas dulu.” Paparnya.

Dirinya menginginkan figur pengisi wakil bupati tulungagung sosok yang memiliki background pendidikan yang kuat, sehingga dapat membawa kabupaten Tulungagung lebih martabat dan lebih baik dari sebelumnya. (Danu)

Tinggalkan Balasan