Tingkatkan Kapasitas Penyuluh, Distanpang Kabupaten Blitar Studi Banding ke Bandung

Blitar – Inovasi teknologi di bidang pertanian saat ini terus mengalami perkembangan pesat, mulai dari perbenihan teknologi budidaya bahkan sampai pasca panen. Maka dari itu tuntutan untuk menambah serta mengembangan pengetahuan dan ketrampilan para penyuluh pertanian sangatlah penting sebagai bekal para penyuluh saat membimbing dan mengajar para petani agar mencapai hasil memuaskan.

Maka dari itu untuk menambah Kapasitas (pengetahuan) bagi para penyuluh, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar melakukan studi banding Ke Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung , Jawa Barat, Selasa (26/3/2019).

Studi banding tersebut diikuti sebanyak 73 petugas penyuluh pertanian, didampingi, koordinator jabatan kelompok fungsional penyuluh pertanian Ir. Moh. Arif Ansori, M.MA, Kabid Pengembangan SDM Dinas Pertanian dan Pangan Hari Budiharto, SP.MM dan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Ir. Wawan Widianto serta sejumlah pejabat pejabat fungsional lingkup Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar.

Kehadiran rombongan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar ini disambut oleh jajaran pejabat struktural Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung. Diantaranya Kabid Pemberdayaan Penyuluhan dan Kerjasama Drs. H. Hatta serta Kasi Pemberdayaan Masyarakat Ir. Sri Rezeki.

Ir.Wawan Widianto Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar mengatakan kegiatan studi banding ini dilakukan dalam rangka meningkatkan pengetahuan para penyuluh pertanian di Kabupaten Blitar

“Para penyuluh harus banyak menimba ilmu salah satunya melalui studi banding diharapkan dengan banyaknya ilmu ketrampilan serta teknologi yang dimilki penyuluh pertanian, petani akan mendapatkan hasil yang meningkat,” Kata Wawan Widianto.

Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Penyuluhan dan Kerjasama Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung Drs. H. Hatta menyampaikan bahwa program unggulan di Kota Bandung karena luasan lahan pertanian hanya sekitar 700 hektar dengan jumlah penduduk 2,4 juta.

Maka untuk menjaga ketersediaan pangan di masyarakat harus berinovasi dengan mendekatkan akses terhadap pangan dengan mendorong warga untuk berpartisipasi dalam kegiatan urban farming. Bandung, dalam setiap hari warga Kota Bandung butuh 600 ton beras. Sebagaian di pasok dari berbagai daerah.

“Alhamdulillah dengan Urban Farming ,mampu menyediakan pangan , khususnya sayuran untuk skala rumah tangga fan bahkan gasil urban farming nya sydaj masuk ke pasar – pasar modern yang tentunya dengan kualitas yang baik,” Kata Drs. Hatta.

Selain itu Hatta menambahkan Unggulan yang kedua yakni Bandung Agri Market (BAM) yang merupakan program unggulan kota Bandung yang digelar setiap tahun sekali sebagai ajang memperkenalkan produk pertanian, yang pelaksanaanya merangkul para RW yang melaksanakan urban farming.

“Bandung Agri Market menjadi Etalase perkebunan warga yang terkelola dengan baik, BAM ini membagikan bibit tanaman dan ikan gtayis kepada para pengunjung, sehingga tak heran gelaran BAM selalui menarik ribuan masyarakat.” Tambahnya.

Rombongan Dinas Pertanian dan Pangan juga dikenalkan melihat langsung cara bertani tanaman hidroponik yang bisa diberdayakan dengan aneka jenis tanaman sayur yakni buncis, bayam, brokolim pakcoy, kangkung, sawi hijau dan sebagainya.

Koordinator jabatan kelompok fungsional penyuluh pertanian Ir. Moh. Arif Ansori, M.MA berharap ilmu yang didapat dari studi banding tentang urban farming serta Bandung Afri Market bisa memotovasi , memaksimalkan peran peran penyuluh di kabupaten Blitar dengan harapan penhasilan petani meningkat dan masyarakat sejahtera. (Asf)

Tinggalkan Balasan