Tidak Kantongi Izin, Kontes Kambing Di Srengat, Blitar Di Bubarkan Pihak Berwajib

Muspika Srengat Mendatangi Tempat Acara Pembukaan Pasar Hewan Dan Kontes Kambing Di Pasar Hewan Terpadu , Kauman Kec,Srengat Kabupaten Blitar

Blitar JTV, Mataraman : Ratusan peserta dan  pengunjung , pembukaan pasar hewan dan kontes kambing peranakan etawa (PE) dan cros bur (CB) di Pasar Hewan Terpadu Kauman Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar di bubarkan oleh aparat berwajib, minggu (04/04/2021).

Kegiatan itu di hadiri lebih 1.000 pengunjung dan peserta , selain mengabaikan protokol kesehatan (protkes) , panitia tidak mengantongi izin resmi dari satgas Covid -19 Kabupaten Blitar.

Pembukaan Pasar Nasional  PE dan Croos Bur dirangkai  dengan kontes kambing  yang di gelar di dalam pasar hewan terpadu itu sempat berlangsung  beberapa jam, namun ratusan peserta yang tergabung dalam Indonesian  Goat  Breeders (IGB) harus kecewa  dan panitia mengembalikan uang pendaftaran.

Kecewa Batal Di Gelar Peserta Kontes Angkat Kaki Kembali Pulang

Di konformasi sa’at  mendatangi tempat acara  Plt.Camat Srengat Agus Zaenal didampingi Kapolsek dan Danramil Srengat menegaskan , kegiatan tersebut tidak mengantongi rekom dan izin dari  kepolisian. “ Saya beserta kapolsek dan Danramil , menemui Husairi  selaku ketua panitia , meminta kegiatan itu di hentikan.” Kata Agus Zaenal kepada JTV Mataraman

Menurut Agus , memang sejak dua pekan lalu panitia datang  ke kecamatan srengat  minta rekomendasi acara pembukaan pasar yang difasilitasi oleh dinas peternakan dengan tujuan untuk menggairahkan kembali transaksi  di pasar hewan srengat.

 “ Setelah saya berkoordinasi dengan kapolsek dan Danramil ,sepakat  tidak mengizinkan kegiatan itu , dengan pertimbangan dalam pembukaan pasar  didalamnya ada kontes kambing dan akan  menimbulkan kerumunan massa yang sangat banyak..” Jelas Agus .

Sementara itu Husairi ketua panitia kegiatan  ,saat di konfirmasi menyayangkan dengan di bubarkannya kegiatan pembukaan pasar nasional  kambing PE dan Cros Bur di pasar hewan terpadu Srengat , padahal tujuan kegiatan tersebut untuk mendukung perekonomian para peternak kambing  dan ini juga untuk mendukung program pemerintah jawa timur bangkit.

 “ Sebenarnya saya sudah koordiansi dengan pihak terkait. Namun diminta untuk di hentikan dengan alasan terjadi kerumunan massa”. Kata Husairi.

Khusairi  mengakui kegiatan tersebut  tidak mengantongi izin secara tertulis  namun dirinya  mengaku sudah berkoordinasi dengan dinas peternakan dan Muspika srengat.

Yanto salah seorang peserta dari Lumajang mengaku kecewa yang dibubarkan acara kontes  oleh petugas padahal kontes Peranakan etawa untuk meningkatkan perekonomian para peternak.” Aduh mas kecewa sekali, jauh jauh dari Lamajang acara di batal di gelar padahal saya bawa banyak kambing kontes dan biaya untuk ke sini juga tidak sedikit.” ucapnya   (As)

Tinggalkan Balasan