Tidak Hanya Digelonggong, Mulut Tukiyem Juga “Dijejeli” Ikan Teri

Trenggalek – Aksi penganiayaan berbuntut maut dilakukan sebagai ritual untuk mengusir mahluk halus yang menurut para pelaku ada didalam tubuh korban. Dengan ritual tersebut, pelaku berkeyakinan bahwa mahluk halus sekaligus penyakit yang dialami korban selama ini bisa segera hilang.

Rini salahstu pelaku mengatakan, ia dibantu suaminya Jayadi Budi yang sore itu bertugas memegani kedua kaki korban agar tidak berontak. Dalam kondisi nyaris tewas, “Jemitun bertugas menduduki peurt korban agar mudah mulut korban mudah dimasuki air” ujarnya.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo mengatakan empat pelaku lainnya, tugas yang hampir sama, yakni memegangi tubuh, tangan, kaki dan memaksa membuka mulut korban agar selang air bisa masuk kedalam mulut korban.

Sebelum tewas, para pelaku melakukan sejumlah ritual khusus. diantaranya menyembelih lima ekor ayam serta memasak nasi kuning yang kemudian dimakan bersama-sama. “Tiga hari berselang ritual terakhir yakni memandikan korban dengan air” tambahnya.

Setelah itu para pelaku memasukan air kedalam tubuh korban dengan cara memasukan selang kedalam mulut korban hingga akhirnya tidak bernyawa. “Entah darimana asal tata cara ritual tersebut didapat, pelaku juga memasukan ikan teri kedalam mulut korban” pungkasnya.

Untuk memastikan kondisi kejiwaan ketujuh pelaku, Polisi telah berkoordinasi dengan psikolog dari RS Bhayangkara Kediri untuk melakukan sejumlah pemeriksaan kejiwaan. (Karyanto)