Terkendala Biaya Pemulangan, Jenazah Mahasiswa Asal Thailand Dimakamkan di Plosokandang

Jenazah Waehama Duramae mahasiswa IAIN Tulungagung asal Thailand saat berada di kamar jenazah RS Iskak Tulungagung. (foto/Danu).

Tulungagung – Terkendala biaya jenazah Waehama Duramae salah seorang mahasiswa asal Thailand yang sedang menempuh pendidikan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung dimakamkan di komplek pemakaman umum desa Plosokandang.

Ulil Absor Staff Kantor Internasional IAIN Tulungagung mengatakan, mahasiswa semester tujuh jurusan ilmu Al – Quran dan tafsir tersebut meninggal dunia karena menderita tumor otak.

“Almarhum Waehama Duramae mengidap tumor di otak, yang ukuranya cukup besar,” jelasnya.

Lnajut Ulil, pihak kampus sebenarnya sudah mengupayakan untuk memulangkan jenazah ini  ke negara asalnya, namun dari pihak pengurus jenazah mematok biaya sebesar Rp. 70 juta, pihak kampus telah berkoordinasi dengan kedutaan besar thailand di jakarta untuk meminta solusi pemulangan jenazah tersebut, namun pihak kedubes justru mengembalikan masalah ini ke kampus.

Setelah melakukan koordinasi dengan pihak keluarga, akhirnya jenazah waehama duramae disepakati untuk dimakamkan di komplek pemakaman umum yang tak jauh dari lokasi kampus.

“Dari pihak kedutaan tidak bisa memberi bantuan, sementara dari pihak keluarga mengijinkan untuk dimakamkan disini,” tambahnya.

Seelah mendapatkan perawatan di RS Iskak Tulungagung, kemudian jenazah dibawa ke masjid kampus untuk disalatkan oleh rekan rekannya.

Dari data kampus IAIN Tulungagung, terdapat seratus mahasiswa asal Thailand yang sedang menempuh pendidikan di kampus ini. Setiap tahunnya kampus memberikan beasiswa kepada dua puluh lima mahasiswa asal thailand.

Korban diketahui datang ke indonesia sejak tahunn 2015 untuk melanjutkan pendidikan di IAIN tulungagung. (Danu)

Tinggalkan Balasan